Skip to content

Belajar dari Solo, Sepak Bola CP Kamboja Bersiap Jadi Tuan Rumah APG 2023

  • by
Pelatih Celebral Palsy Football Kamboja, Im Sopheak Makara memberikan instruksi pada anak asuhnya di ASEAN Para Games 2022 Solo.*Agoes Rudianto

SOLO – Kamboja dijadwalkan menjadi tuan rumah ASEAN Para Games (APG) 2023 mendatang. Nampaknya hal itu menjadi salah satu pertimbangan negara tersebut untuk mengirimkan tim sepak bola cerebral palsy (CP) dalam APG 2022 di Solo, 30 Juli-6 Agustus 2022.

Im Sopheak Makara, pelatih timnas sepak bola CP Kamboja bukan tidak memperhitungkan konsekwensi keberangkatan tim ke Kota Bengawan.

Makara sudah memprediksi, awak pasukannya bakal menjadi bulan-bulanan pada kompetisi juga yang diikuti tuan rumah Indonesia, Thailand dan Myamar tersebut.

Sebab, Oum Vanny dkk baru berkumpul dan memulai latihan bersama, dua bulan sebelum bertarung di Stadion UNS Solo kampus Kentingan. Itu pun, hanya delapan pemain yang bersedia berkumpul untuk mengikuti latihan.

“Awalnya bahkan hanya empat orang, lalu ada tambahan lain menjadi delapan orang. Mereka belum pernah ikut apapun dalam kancah olahraga disabilitas,” kata Makara, Sabtu (6/8/2022).

Sepak bola CP memang baru dikenal di Kamboja. Sebelumnya, Kamboja tak pernah menurunkan tim untuk cabang itu pada APG-APG periode yang telah berlalu.

Karena itu, waktu dua bulan untuk persiapan dianggap sangat singkat. Pria yang sebelumnya melatih tim sepak bola nondifabel itu mengaku, hanya bisa melatih para pemainnya dengan dasar-dasar bermain, passing, kontrol dan tendangan ke gawang.

“APG di Solo ini merupakan kali pertama bagi Kamboja mengirimkan tim sepak bola CP. Maka kami belajar banyak dari sini. Ke depan, kami akan siapkan tim lagi yang lebih kompetitif, karena pada APG 2023 di Kamboja juga akan digelar sepak bola CP,” tutur Makara.

Kamis (4/8), saat timnas sepak bola CP Indonesia melakukan pemulihan kebugaran fisik dengan merendam pemainnya dalam drum berisi air es di kompleks penginapan, tim Kamboja juga mencermati dan mengikutinya.

“Setelah anak-anak selesai terapi es dengan berendam di drum dalam durasi yang ditentukan, tim Kamboja meminjam tempat itu bagi para atletnya untuk melakukan hal yang sama,” kata pelatih tim sepak bola CP Indonesia, Anshar Ahmad.

Tak hanya mempelajari lawan-lawan dan pola permainan sepak bola yang mempertandingkan masing-masing tujuh pemain dalam setiap tim dalam sistem 7 a side football itu. Makara juga mencermati penyelenggaraan laga, serta segala hal seputar APG 2022.

“Saya juga pergi ke beberapa venues lain, termasuk ke Semarang, melihat lomba renang APG 2022. Saya juga melihat Prambanan, serta membeli banyak batik untuk cendera mata teman-teman di Kamboja,” ungkap dia.

Menurut dia, penyelenggaraan APG di Solo Raya dan Semarang sangat mengesankan. Seluruh panitia dan masyarakat setempat, dinilai bekerja baik dan ramah. Berbagai makanan jalanan yang pernah dia coba juga enak.

“Ini bisa jadi pengalaman untuk mempersiapkan APG 2023 yang akan diselenggarakan di Kamboja nanti,”ujar Makara.**


Leave a Reply

Your email address will not be published.