Skip to content

Beri Perlawanan Sengit Juara Paralimpiade, Lifter Debutan Indonesia Raih 2 Perak

  • by
Atlet Indonesia, Abdul Hadi tampil dalam pertandingan paraangkat berat kelas 49 kg 11th Asean Para Games 2022 di Solo Paragon, Solo Jawa Tengah, Selasa, 02 Agustus 2022. Abdul Hadi mendapatkan dua perak. INASPOC/Agoes Rudianto

SOLO — Lifter Abdul Hadi menambah pundi-pundi medali Indonesia setelah mengamankan dua perak di cabang paraangkat berat kelas 49 kilogram (kg) putra ASEAN Paragames (APG) 2022. Capaian itu layak diapresiasi karena Hadi mampu melebihi target pelatih yakni perunggu. Ini juga menjadi APG perdana bagi lifter asal Kalimantan Barat itu.

Medali perak Hadi bersumber dari angkatan terbaik (150 kg) serta akumulasi angkatan (443 kg). Jika melihat rival yang dia hadapi di Hotel Solo Paragon, Selasa (2/8/2022), torehan perak bisa dibilang menjadi capaian maksimal yang dapat diraihnya. Hal ini karena Hadi harus berhadapan dengan juara Paralimpiade Rio De Janeiro 2016 asal Vietnam, Le Van Cong.

Hadi sejatinya tampil tanpa cela setelah sukses melakukan angkatan di tiga kesempatan (145 kg, 148 kg, 150 kg). Total angkatannya yakni 443 kg. Namun Le Van Cong masih terlalu tangguh setelah dia juga berhasil melakukan sapu bersih angkatan sukses (160 kg, 165 kg, 170 kg). Akumulasi angkatan Le Van Cong mencapai 495 kg. Adapun perunggu diraih atlet Laos, Pia Laophakdee dengan angkatan terbaik 117 kg dan akumulasi angkatan 227 kg.

Ditemui usai kompetisi, Hadi mengaku sempat deg-degan saat kejar-mengejar angka dengan Le Van Cong. Hadi sempat membuka asa mencuri satu emas dari total angkatan usai angkatan ketiganya sukses. Namun Le Van Cong pun tanpa kesulitan menuntaskan angkatan terakhirnya. “Harapannya bisa mencuri (emas) di akumulasi angkatan. Namun atlet Vietnam ini memang sangat kuat. Dia pernah dapat emas Paralimpiade Rio De Janeiro 2016 dan perak Paralimpiade Tokyo 2020. Jadi hasil dua perak ini sudah lumayan, apalagi target pelatih sebelumnya hanya perunggu,” tutur lifter 28 tahun itu.

Torehan angkatan terbaik 150 kg sama dengan angkatan terbaiknya saat menjuarai Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) 2022 Papua. Hadi mengaku pernah melebihi angka itu ketika latihan. “Namun karena dipasang pelatih segitu (maksimal angkatan 150 kg) ya saya ikut saja. Mungkin pertimbangan strategi.” Hadi menyebut capaian dua perak di APG 2022 menjadi pelampiasannya setelah gagal berlaga di APG Filipina 2020. Ajang tersebut urung digelar karena pandemi Covid-19. “Bisa dibilang di sinilah ajang untuk balas dendam karena batal ke Filipina. Prestasi kali ini saya persembahkan untuk keluarga , masyarakat Indonesia, serta pelatih, terutama pelatih saya di daerah. Walaupun sedang sakit, beliau tetap memotivasi saya.”

Koordinator pelatih Pelatnas Paraangkat Berat Indonesia, Coni Ruswanta, mengatakan torehan Hadi di kelas 49 kg menjadi kejutan manis selanjutnya bagi kontingen. Sebagai debutan di APG, Coni mengapresiasi Hadi yang mampu merebut dua perak. Sebelumnya, Eneng Paridah menjadi debutan yang mengejutkan dengan catatan dua emas di kelas 41 kg putri. “Sebelumnya kami hanya menarget perunggu karena Hadi masih debutan. Alhamdulillah malah bisa mendapat perak,” ujarnya. (TM-CH) ***

Leave a Reply

Your email address will not be published.