Skip to content

Blind Judo Panen Medali Emas di Hari Pertama

  • by
Atlet parajudo ASEAN Paragames 2022 dari Indonesia,sedang berlatih di venue Tirtonadi Convention Hall Surakarta, Senin (01/08/2022). Inapsoc/Andry Prasetyo

SOLO – Tim Blind Judo Indonesia panen medali emas di hari pertama di Tirtonadi Convention Hall, Selasa (2/8/2022). Indonesia meraup 3 medali emas dan 2 perak dari empat nomor yang dipertandingkan.

Medali emas ASEAN Paragames 2022 Blind Judo Indonesia disumbangkan Bayu Aji Pangestu di Men’s Individual J2 -60 kg, Shidqirafli Rafli Ahnaf di Individual Men’s J1 -73 kg, Sahrul Sulaiman di Men’s Individual J2 -73 kg dan perak melalui Agung Gondolimo di Men’s Individual J2 -73 kg serta Junaedi di J1 -60 kg.

Satu-satunya medali emas yang terlewat di hari pertama cabor blind judo yakni di Men’s Individual J1 -60 kg atas nama Junaedi. Medali emas di kelas ini diraih atlet Thailand Kongsuk Vitoon.

Emas pertama Blind Judo Indonesia disumbangkan Shidigrafli dengan dua kali berlaga menghasil Ippon atas lawan-lawannya. Di pertandingan pertama, Shidqirafli melawan pejudo Thailand, Wongphaet Wittaya.

Shidqirafli tanpa hambatan berhasil mengalahkan Wongphaet dengan Ippon. Sementara di pertandingan kedua, Shidqirafli juga menang Ippon atas pejudo dari Vietnam, Tran Viet Thung.

Atas kemenangan dua kali Ippon tersebut, Shidqirafli berhasil mempersembahkan medali emas untuk Indonesia. Sementara Perak diraih Tran Viet Thung yang berhasil mengalahkan Wongphaet.

Emas kedua Indonesia dihasilkan dari Bayu Aji Pangestu. Di laga pertama, Bayu Aji melawan rekan sesame pelatnas, Herbin Nainggolan. Membutuhkan waktu lebih dari 2 menit, Bayu Aji menaklukkan Herbin dengan Ippon.

Adapun di partai penentuan, persaingan seru terjadi saat Bayu Aji menghadapi Viet Tu Nguyen dari Vietnam. Bayu Aji membutuhkan waktu 16 detik untuk membuat Ipoon atas Nguyen. Sebelumnya Nguyen unggul atas Herbin Nainggolan dengan Ippon.

Emas ketiga Indonesia disumbangkan melalui Sahrul Sulaiman di Men’s Individual J2 -73 kg dan Agung Gondolimo yang meraih perak di kelas yang sama.

Sahrul Sulaiman tampil perkasa menghadapi Agung Gondolimo dan Padilla Gener dari Filipina. Sahrul mencatatkan dua Ippon saat turun melawan Agung Gondolimo dan Padilla.

Sementara di penentuan medali perak, Agung Gondolimo menuntaskan perlawanan Padilla dengan Ippone hanya dalam waktu dua detik.

Satu-satunya medali emas yang terlewat di kelas J1 -60 kg. Medali emas diraih atlet Thailand Kongsuk Vitoon, lalu perak diraih Junaedi dan perunggu milik Vo Thanh Trieu dari Vietnam.

Pelatih Kepala Blind Judo Indonesia, Imam Kuncoro mengatakan pada hari pertama cabor Blind Judo APG XI 2022 menargetkan tiga medali emas.

“Tiga emas hari pertama sesuai target dari tim blind judo. Cuma komposisinya meleset, yang tidak saya unggulkan malah dapat emas, yang saya unggulkan dapat perak,” terang Imam Kuncoro usai Upacara Penghormatan Pemenang (UPP).

“Tapi tidak apa-apa, secara tim Alhamdulillah target kami tiga emas tercapai di hai pertama,” ucapnya.

Imam Kuncoro menegaskan, di APG XI 2022 Solo, cabor Blind Judo secara internal tim menargetkan tujuh medali emas. Di hari kedua, Blind Judo akan mempertandingkan empat nomor.

“Insya Allah minim kita meraih tiga emas. Berikutnya ada beregu putra dan putri, juga kami bidik dua emas,” pungkas Imam Kuncoro. *

Leave a Reply

Your email address will not be published.