Skip to content

David Jacobs, Pertahankan Podium Demi Motivasi Atlet Muda

David Jacobs (kanan) terus memotivasi atlet muda. INASPOC/Wibowo Raharjo

Solo– Naik ke podium juara sudah menjadi langganan bagi atlet veteran sekelas David Jacobs. Hal ini menjadi pesan dari David untuk terus memotivasi atlet muda tanah air khususnya kelompok disabilitas berprestasi.

Sebelumnya, David mencatatkan sebuah emas pada nomor tunggal kelas TT 10 dalam Asian Paragames 2018 seusai mengalahkan Lian Hao dari Cina.

Dia juga meraih medali emas setelah mengalahkan Korea Selatan saat berpasangan dengan Komet Akbar pada nomor ganda putra Asian Paragames 2018.

Pada 2017, David menorehkan emas pada nomor tunggal putra kelas TT 10 setelah mengalahkan rekan senegaranya, Komet Akbar pada ajang Asean Paragames.

Pada ajang yang sama, emas juga kembali diraih untuk nomor beregu putra yang diperkuat oleh David, Bangun Sugito, Komet Akbar, dan Suwarno.

Malam itu, David baru saja turun dari podium dalam upacara penghormatan pemenang (UPP) pada Asean Paragames 2022 di Solo, Senin (1/8/2022).

Dia menyabet sebuah emas dari nomor beregu putra kelas TT 10. David yang berpasangan dengan Komet Akbar berhasil mengalahkan Timnas Thailand.

“Maknanya bersyukur puji Tuhan bisa mempertahankan medali di APG [Asean Paragames]. Buat saya, bagaimana [ini] bisa jadi contoh buat atlet muda tenis meja agar bisa berprestasi ke depan dengan melihat kita di sini,” ujar dia, saat ditemui Tim Inaspoc di Solo Techno Park, Solo, Senin malam.

Pemilik nama lengkap Dian David Mickael Jacobs ini menceritakan meski langganan naik podium, dia masih merasakan tegang khususnya pada awal pertandingan. Bagi dia, rasa tegang ini bagus untuk menjaga tetap fokus.

“Terlalu loss juga enggak bagus. Tegang tadi membuat kita jadi fokus mikirin lawan. Itu kan sering kita lalui,” tutur dia.

Kali ini, fokus dia pun selalu tertuju pada lawan utama yakni Timnas Thailand. Selain Thailand mengirimkan 40 atlet pada ajang kali ini, kemajuan para atlet dinilainya cukup baik dan masih muda.

“Dari beberapa waktu lalu sampai sekarang kemajuannya cukup bagus dan mereka muda-muda. Jadi harus fokus melawan mereka. Jangan lengah,” sambung pria berusia 45 tahun ini.

David menargetkan pada Asean Paragames 2022 ini bisa meraih emas pada nomor tunggal, ganda putra, dan ganda campuran. “Tapi jangan mikirin itu. Fokus satu-satu saja yang terbaik untuk Indonesia,” tutur dia.

Dia berharap, adanya ajang kompetisi multi event seperti Asean Paragames di Solo bisa memotivasi anak-anak yang memiliki keterbatasan secara fisik untuk meraih prestasi. Mereka jangan lagi minder dan terdorong untuk bangkit.

“Melihat APG ini keterbatasan fisik jangan membuat menyerah dengan keadaan. Tetapi dengan kelemahan itu bisa jadi kekuatan kita,” sambung dia.

Muaranya adalah banyak muncul atlet-atlet dan talenta muda untuk paragames tanah air mengingat jumlah populasi Indonesia yang juga besar. Makin banyak atlet, makin kompetitif. “Makin banyak juara juga bermunculan,” ujar David.(*)