Skip to content

Debut Berbuah Tiga Emas, Prasetio Fitrianto Inginkan Hangzhou

  • by
Prasetio Fitrianto

SOLO – Atlet paracatur asal Sumatera Selatan, Prasetio Fitrianto, sukses mengamankan tiga emas. Raihan itu menjadi debut manis Prasetio di ASEAN Para Games XI 2022.

Prasetio merupakan pendatang baru di tim nasional (Timnas) paracatur Indonesia. Prasetio dilirik timnas pacatur setelah mengamankan tiga emas pada Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) 2021.

Prasetio pun kemudian menjadi pendatang terakhir dalam skuat menuju ASEAN Para Games 2022. Dia baru gabung beberapa bulan sebelum ajang ini berlangsung.

Ternyata, keputusan National Paralympic Committee (NPC) Indonesia memanggil Prasetio Fitrianto terbilang tepat. Prasetio tak gentar ketika bertemu wakil-wakil terbaik di Asia Tenggara.

Setelah tiga emas di Peparnas, kini Prasetio mendapatkan tiga medali emas di ASEAN Para Games 2022. Prasetio menjadi kekuatan kelas B1 bersama Yadi Sopiyan dan Indra Yoga.

Prasetio pada akhirnya bisa mempersembahkan nomor individual blitz chess atau catur kilat B1. Prasetio mencatatkan 5,5 poin atau menjadi yang tertinggi setelah mengalahkan wakil Filipina, Bilog Cecilio.

Catatan ini melengkapi dua emas dari team rapid chess B1 dan team standard chess B1, bersama Indra Yoga dan Yadi Sopiyan. Prasetio pun tak dapat menyembunyikan kebahagiaan setelah kemenangan ini.

“Senang banget, bangga, bisa mempersembahkan tiga emas ini,” kata Prasetio, Jumat (5/8/22).

Prasetio memang terbilang baru di tim paracatur Indonesia. Namun, kedekatan dengan olahraga catur sebenarnya sudah ada sejak kecil.

“Kalau mengenal catur sudah dari kecil, diajarkan sama kakek, tapi baru tahun ini bisa masuk timnas, karena dulu tidak tahu ada pecatur difabel,” jelas Prasetio.

Setelah gagal meraih medali pada Peparnas 2016 lalu, Prasetio semakin tekun berlatih berkat dukungan keluarga. Makanya, ketika tiga emas didapat pada Peparnas, Prasetio ingin mengejar prestasi lebih tinggi.

“Emas ini saya persembahkan untuk keluarga yang terus memberikan dukungan,” ucap Prasetio.

Bagi Prasetio, catur kilat memang menjadi jalurnya untuk mempersembahkan emas dari jalur individu. Ia punya motivasi besar setelah rekan-rekannya bisa menggondol emas.

“Motivasi ini datang ketika teman-teman yang lain dapat emas. Saya juga berusaha untuk mendapatkan emas dan hari ini bisa dapat,” papar Prasetio.

Seperti lompatan dari tiga emas Peparnas menuju tiga emas ASEAN Para Games, Prasetio masih ingin melangkah lebih jauh. Prasetio berharap memiliki kesempatan untuk menjajal ASIAN Para Games 2022 di Hangzhou pada 2023 mendatang.

“Saya masih ingin membuat bangga Indonesia,” harap Prasetio.(TM-NL) ***

Leave a Reply

Your email address will not be published.