Skip to content

Dua Emas Terakhir Indonesia Para-atletik Manisnya Bikin Diabetes

  • by
Pelari Indonesia Eko Saputro meluapkan kegembiraanya di ajang ASEAN Para Games 2022 di Stadion Manahan, Solo. INASPOC/Agung Wahyudi

SOLO – Dua nomor estafet yang bertanding di hari terakhir para-atletik ASEAN Paragames 2022 jadi penutup manis bagi Tim Indonesia. Saking manisnya, dua emas dari nomor estafet 4×100 meter T11-13 dan estafet universal 4×100 meter ini ibarat buat diabetes.

Pada nomor estafet 4×100 meter T11-13 (kerusakan pengelihatan) Indonesia menjadi yang tercepat dengan catatan waktu 44,970 detik. Lebih cepat 00,20 detik dari tim Thailand yang finis di posisi kedua.

Sedangkan Vietnam finis di tempat ketiga dengan waktu 47,070 detik. Pada nomor ini Indonesia berkekuatan Petrus Kahel Alupan, Eko Saputro, Muammar Habibila, Ruli Alkahfi Mubarok yang didampingi oleh Sika Buddin sebagai pemandu.

Sementara itu di estafet universal 4×100 meter, skuad Merah Putih yang menurunkan Susan Unggu (T11/kerusakan pengelihatan), Nanda Mei Sholihah (T46/gangguan rentang gerak pasif), Saptoyogo Purnomo (T37/gangguan koordinasi), dan Jaenal Aripin (T54/kursi roda) berhasil memecahkan personal best time mereka. Mereka finis terdepan dengan waktu 48,110 detik, menyisihkan Thailand yang menghasilkan waktu 52,820 detik.

“Ini jadi penutup yang bukan manis lagi, ini sebentar lagi diabetes. Kami sudah terlalu manis, ditambah manisnya medali emas ini. Jadi diabetes,” ungkap Eko yang turun sebagai pelari kedua di Stadion Manahan, Solo, Jumat (5/8/2022).

Pada nomor T12-13 ini Indonesia memang bersaing ketat dengan Thailand. Bahkan selisihnya sangat tipis saat akan memasuki garis finis.

Thailand sendiri memimpin hingga di 100 meter ketiga, Ruli yang tampil sebagai pelari keempat lah yang menjadi pahlawan. Ruli yang dipandu Sika mampu menyalip pelari Thailand di 30 meter terakhir, hingga akhirnya finis di posisi terdepan.

Menurut Eko, di nomor mereka ini karena merupakan kombinasi pelari, maka strategi penempatan pelari yang sesuai menjadi kuncinya. Apalagi mereka baru berlatih pagi harinya, beberapa jam sebelum berlomba.

“Jadi kuncinya adalah bagaimana menempatkan kombinasi pelari yang pas. Karena kita baru latihan bareng tadi pagi (kemarin -Red.) sebelum lomba. Ada perubahan dari komposisi awal yang dicoba pagi, di pelari pertama. Tapi Alhamdulillah tidak mengurangi intensitas larinya. Di latihan pagi tadi kita coba cari chemistry dulu. Menyatukan perasaan, jadi pas larinya dan saat penerimaan tongkat tidak ada yang gagal,” katanya menjelaskan.

Eko menilai timnya diuntungkan dengan ikatan yang kuat antar mereka. Karena setiap hari mereka berlatih bersama, hingga semua merasa ibarat rumah kedua setelah keluarga.

Komunikasi
Bila kunci kemenangan di estafet T11-13 adalah strategi penempatan pelari, maka di nomor estafet universal kuncinya adalah komunikasi. Mengingat di nomor ini, para pelari memiliki klasikasi yang berbeda.

“Menyatukan chemistry ini susah-susah gampang, karena kita memiliki klasifikasi yang berbeda-beda. Apalagi latihan sehari-hari lebih fokus ke nomor individu masing-masing. Setiap hari komunikasi terus, nanti jangan begini, jaga kecepatan, mengontrol juga jangan sampai ada kesalahan saat pergantian pelari, makanya lancar dan kita kompak selalu di dalam dan luar lapangan,” kata Jaenal yang turun sebagai pelari keempat.

Pada nomor ini, tim Indonesia sukses menghasilkan personal best tim baru setelah sebelumnya di Asian Para Games 2018 di Jakarta mencatatkan waktu 50 detik-an. Perubahan komposisi membuat tim ini lebih kuat.

“Sebelumnya di APG di Jakarta kita menghasilkan waktu 50 detik. Lalu saat persiapan ada perubahan komposisi, dulu di posisi pertama dan kedua awalnya Putri Aulia dan Kharisma Evi, kemudian di ASEAN Para Games ini diubah menjadi Susan Unggu dan Nanda Mei. Alhamdulillah, secara waktu lebih bagus. Komposisi ini lebih kuat. Karena saat dilatihan kita lihat waktu bisa mencapai 49 detik juga,” imbuh Jaenal.

Ditambahkan Sapto, emas di nomor ini sesuai dengan target yang diberikan pelatih. Apalagi ada cepat rekor pribadi, hingga hasil ini dinilainya kejutan. Dia berharap komposisi ini pun menjadi komposisi tetap untuk nomor ini.**

Leave a Reply

Your email address will not be published.