Skip to content

Indonesia Coba Beri Perbedaan dari Paracatur Tunadaksa

  • by
Atlet Paracatur Putri Indonesia Tita Puspita. INASPOC/Agustinus Tri Mulyadi

Solo – Indonesia tak ingin dominasi cabang olahraga paracatur ASEAN Paragames XI 2022, kembali diganggu Vietnam dan Filipina. Maka dari itu, Indonesia coba lebih maksimal dari kelas tunadaksa atau PI putra dan putri.

Indonesia, Filipina dan Vietnam memang bersaing ketat dari cabor catur. Ketiga negara sama-sama meraih empat emas pada standard chess atau catur klasik, Selasa (2/8/22). 

Persaingan ketat ini menjadi kejutan setelah dominasi Indonesia pada ASEAN Paragames 2017 lalu. Kala itu, Indonesia mendapat 14 dari total 24 emas yang diperebutkan. Edisi kali ini persaingan lebih tak terduga.

Emas Indonesia dihasilkan dari individual dan team B1 putra-putri. Sementara kelas PI putra dan putri belum meraih hasil maksimal pada kelas standard chess. Wakil-wakil dari kelas PI hanya menyumbangkan dua perak dan dua perunggu.

Medali perak dihasilkan Tirto dari kelas individual standard chess, serta team standard chess dari poin Tirto dan Maksum Firdaus. Sementara medali emas dikuasai Filipina.

Lalu, medali perunggu dihasilkan Tirto dari kelas individual standard chess, serta team standard chess womens, atas nama Roslinda Manurung dan Ade R. Nasution.

Kontribusi medali ini coba ditingkatkan pada kelas individual dan team rapid chess yang dimulai Rabu (3/8/22). Dari tim putra diwakili Tirto, Maksum dan Alfrets Dien. Lalu, dari putri diwakili Roslinda, Ade dan Yuni.

Pelatih paracatur Indonesia, Tedy Wiharto, mengatakan deretan wakil yang ada di kelas PI memiliki kelebihan pada rapid chess atau catur cepat.

“Kita di PI putri ada yang sering main catur cepat, PI putra juga, lewat Maksum Firdaus. Dia di kejurnas umum saja pada catur cepat sering dapat emas,” kata Tedy Wiharto.

Ketika medali emas pada standard chess baru dihasilkan dari kelas B1 putra dan putri, maka kelas PI diharapkan bisa memberi perbedaan untuk meraih emas lebih banyak lagi.

“Harapannya memang perbedaan dari tunadaksa atau PI. Mudah-mudahan pada catur cepat ini dapat lebih dari empat emas,” tutur Tedy Wiharto.

Tedy Wiharto menyebut pesaing terberat masih datang dari Vietnam dan Filipina. Kedua negara itu memiliki beberapa atlet baru yang ternyata cukup bagus, meski baru pertama main di ASEAN Para Games.

Hal ini pun mulai terbukti. Setelah Tirto, Maksum dan Alfrets memenangi babak pertama, pada babak kedua gangguan datang dari Filipina. Maksum harus mengakui keunggulan Jasper Rom. Sementara Tirto dan Alfrets yang berjumpa bermain seri.

Sementara dari sektor putri, gangguan datang dari Vietnam. Roslinda Manurung sempat menang atas wakil Thailand, Saranjit Kohoudheng, sebelum kemudian dikalahkan wakil Vietnam, Doan Thu Huyen.

Untung saja, catatan impresif kemudian dibuat Ade R. Nasution yang menumbangkan dua wakil Filipina, Nacita Jean-lee dan Cheyzer Crystal Citadel Mendoza. Sama seperti catur klasik, catur cepat juga akan digelar dalam enam babak hingga Kamis (4/8/22).*

Leave a Reply

Your email address will not be published.