Skip to content

Indonesia dan Thailand Bersaing Ketat Perebutan Juara Umum Parapanahan

  • by
Atlet parapanahan Indonesia. Inaspoc/Hardjo W

SOLO – Persaingan cabor parapanahan (para archery) di ASEAN Paragames (APG) 2022 di Solo, berjalan dengan cukup ketat. Indonesia dan Thailand sudah mendulang tiga medali emas.

Tapi Thailand ada di puncak klasemen perolehan medali karena sudah mendulang tiga emas, dan tiga perak. Sedangkan Indonesia selaku tuan rumah, baru mencatatkan tiga emas, dua perak, dan tiga perunggu.

Dari 10 kelas yang dipertandingkan, tiga kelas masih akan dituntaskan Jumat pagi (5/8/2022) ini. Semua kelas compound. Lebih tepatnya kelas ganda putra, ganda putri dan ganda campuran.

Thailand ada di atas angin, karena dari sisa tiga kelas yang akan dipertandingkan, masih memiliki tiga wakil. Itupun dua di antaranya melaju di dua final berbeda.

Kelas Mixed Team Compound (ganda campuran compound), Thailand akan mengandalkan Comsan Singpirom dan Praphaporn Homjanthuek untuk berebut medali emas melawan wakil Malaysia, yakni Nur Jannaton Binti Abdul Jalil/Daneshen Govinda Rajan.

Dan di final Women’s Doubles Team Compound (ganda putri compound), pasangan Thailand Phannibha Srathongmaew/Praphaporn Homjanthuek akan melawan wakil tuan rumah Indonesia Tuwariyah/Irma Yunita.

Andai Tuwariah dan Irma bisa menang atas wakil Thailand di partai final ini, Indonesia cukup sulit untuk jadi juara umum. Apalagi jika melihat dari perolehan perak Indonesia masih kalah, walaupun perunggu Indonesia unggul dari Thailand.

Namun andai di dua final yang dijalani Thailand Jumat pagi, ternyata keduanya berbuah dengan kekalahan, tentu Indonesia dipastikan jadi juara umum cabor parapanahan.

Walaupun secara matematika, peluang Thailand untuk menambah medali emas tentu cukup terbuka, mengingat para pemainnya, punya jam terbang cukup bagus, dan mental juara yang sudah mereka miliki.

Di lain sisi, Indonesia masih berpeluang menambah dua perunggu lagi di hari terakhir APG 2022. Dimana di kelas mixed team compound, wakil Indonesia Ken Swagumilang dan Irma Yunita akan berebut medali perunggu melawan wakil Filipina Marzel Burgos dan Agustina Bantiloc.

Ken masih akan bertanding lagi dalam perebutan medali perunggu di kelas men’s doubles team compound. Dia akan berduet dengan Muhamad Ali, yang akan melawan wakil Thailand, Sakon Inkaew dan Comsan Singpirom.

“Melawan Thailand memang berat. Apalagi mayoritas pemain kami adalah pepanah yang baru bergabung di pelatnas. Thailand punya lima atlet yang sudah langganan ikut Paralimpiade. Jam terbang saja masih kalah jauh dari lawan,” terang Denny, pelatih Parapanahan Indonesia.

Setidaknya Denny dan National Paralympic Committee (NPC) Indonesia bangga dengan perjuangan atlet panahan Indonesia di APG kali ini. Target dua emas, dan dua perak sudah terlampaui.

“Soal peluang di kelas compound memang sama beratnya, tapi saya tetap yakin para atlet akan menuntaskan langkah kami di kejuaraan ini dengan baik,” tuturnya.

Ya, sebelumnya Indonesia memang sudah mengantongi banyak medali dari cabor parapanahan.

Indonesia dapat emas dari kelas individu recurve atas nama Setiawan. Setiawan juga menyumbangkan emas di kelas ganda putra recurve, saat berduet dengan Kholidin. Emas juga disumbangkan oleh pasangan Wahyu Retno Wulandari dan Mahda Aulia dari kelas ganda putri recurve.

“Dengan 80 persen pemain kami adalah atlet baru, dan persiapan kami juga tak panjang. Saya tetap apresiasi dengan perjuangan atlet selama bertanding di kejuaraan ini,” pungkasnya.*

Leave a Reply

Your email address will not be published.