Skip to content

Indonesia Tambah 4 Emas dari Nomor Ganda Paratenis Meja

  • by
Dian David Mickael Jacobs dan Sella Dwi Radayana. Inaspoc/Hardjo W

Solo – Indonesia kembali menambah empat emas dari nomor ganda paratenis meja ASEAN Paragames 2022 di Solo. Total, cabang olahraga ini menyumbangkan 12 emas secara kumulatif hingga hari keempat kompetisi digelar.

Data yang dihimpun Tim Inaspoc, tambahan empat emas ini berasal dari ganda campuran kelas TT 10 yang diperkuat Dian David Mickael Jacobs dan Sella Dwi Radayana.

Kemudian, emas juga datang dari ganda campuran kelas TT 8 yang diperkuat Suwarti dan Mohammad Rian Prahasta.

Masih ditambah emas hasil kemenangan Tatok Hardiyanto dan Leni Marlin pada kelas TT 5. Tak hanya itu, emas juga diperoleh pasangan Kusnanto dan Hana Resti pada kelas TT 9.

Pelatih Timnas Paratenis Indonesia, Suwarno, mengatakan perolehan ini membuat Indonesia mengumpulkan sedikitnya 12 emas dari paratenis meja. Dengan demikian, target 12 emas yang ditetapkan sudah tercapai.

“Ada banyak kejutan ya. Kemarin Siti Fadilah mendapatkan emas. Sejumlah pemain juga mendapatkan medali meski bukan emas. Mereka masih on the track sejauh ini,”ujar Suwarno.

Salah satu atlet yang meraih emas, Dian David Mickael Jacobs, mengaku bersyukur bisa menambah pundi-pundi emas untuk Indonesia berpasangan dengan Sella Dwi Radayana.

“Bersyukur puji tuhan, bisa nambah emas buat Indonesia di ganda campuran. Saya sama Sella sudah lama pasangannya,”ujarnya saat ditemui Tim Inaspoc seusai laga di Solo Techno Park, Solo, Rabu (3/8/2022).

David Jacobs mengaku bertemu Thailand bukanlah kali pertama. Dia tetap fokus. Kunci kemenangannya adalah membaca kelemahan lawan dan memanfaatkannya untuk menambah poin.

“Tadi kita aktif serang dulu. Kita harus tahu kelemahan lawan dan main dengan cara apa,”terang David Jacobs.

Menurut David, secara teknik permainan pemain Indonesia lebih unggul. Namun, hal ini jangan membuat lengah. “Harus terus fokus. Kalau kita kasih lawan berkembang bisa bahaya,”ujar dia.

Pemain Thailand yang ditemui umumnya masih muda dan ini memberikan prospek bagus ke depan. Hal ini perlu juga diperhatikan untuk regenerasi atlet tanah air.

“Saya sudah senior perlu regenerasi. Walau belum ada rencana pensiun. Tapi mulai saat ini harus nyiapin regenerasi,”kata David.

Dia mencontohkan pemain-pemain berusia 20 tahun diajak terus berlatih bersama para atlet senior. Dengan berlatih tiap hari, mereka akan mampu menggantikan para atlet senior yang memasuki masa pensiun.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published.