Skip to content

Indonesia Temukan Sosok Penerus Anto Boi di APG 2022

  • by
Lifter Andika Eka berpose bersama medali yang diraihnya pertandingan para angkat berat nomor 88kg 11th ASEAN Para Games Solo 2022 di Hotel Paragon, Solo, Jawa Tengah, Jumat (5/8/2022). Andika berhasil meraih dua medali perak dengan angkatan terbaik 173kg dan total angkatan 512kg./INASPOC/ Agung Wahyudi

SOLO — Regenerasi atlet menjadi hal yang sangat diperhatikan di cabang paraangkat berat Indonesia. Kombinasi lifter anyar dan lifter berpengalaman tampak nyata di ajang ASEAN Paragames (APG) 2022. Tim pelatih bahkan tak segan menurunkan lifter senior dan junior sekaligus di kelas yang sama yakni di kelas 88 kg putra pada hari terakhir perebutan medali, Jumat (5/8/2022).

Indonesia menurunkan Anto Boi, lifter yang sudah malang melintang di ajang internasional, serta Andika Eka yang baru kali pertama tampil di APG. Usut punya usut, tim pelatih punya misi tersendiri dengan mempertandingkan Anto Boi dan Andika Eka di kelas yang sama. Pelatih ingin mempersiapkan Andika sebagai penerus Anto Boi yang mulai uzur. “Kita sudah lihat di APG kali ini, Andika layak jadi penerus Anto Boi,” ujar koordinator pelatih pelatnas paraangkat berat Indonesia, Coni Ruswanto, di Hotel Solo Paragon, Jumat (5/8/2022) malam.

Di kelas 88 kg, Andika mampu mengungguli seniornya dengan meraih dua medali perak. Angkatan terbaiknya yakni 173 kg dan akumulasi angkatan 512 kg hanya mampu dikalahkan lifter Malaysia, Nicodemus Manggai. Nicodemus mencatat angkatan terbaik 185 kg dan total angkatan 548 kg. Adapun angkatan terbaik Anto Boi hanya 168 kg dan harus puas di posisi keempat. Dia gagal mengangkat 170 kg di kesempatan terakhir sehingga perunggu melayang ke lifter Thailand, Somsak.

Capaian itu cukup jomplang jika melihat Anto Boi yang mampu mengangkat beban hingga 191 kg pada APG 2017 Malaysia. Hasil tersebut membuatnya merebut emas sekaligus mencatatkan rekor angkatan terbaik APG di kelas 88 kg. Coni Ruswanta tak menampik faktor usia cukup memengaruhi penampilan Anto Boi. Juli lalu, lifter asal Sumatra itu genap berusia 44 tahun. “Selain faktor usia, Anto Boi belakangan sering cedera sehingga penampilannya kurang maksimal,” ujar Coni.

Sebelum berkompetisi di APG 2022, Anto Boi juga kalah duel dengan Andika di Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) 2021. Angkatan terbaik Andika saat itu 178 kg, unggul 3 kg dari angkatan terbaik Anto Boi. Coni menyebut hasil itu tak lepas dari cedera sang lifter senior. “Jadi (regenerasi) memang harus dipersiapkan sejak sekarang. Penerus Anto Boi ya Andika. Semoga dia bisa meneruskan prestasi seniornya,” harap Coni Ruswanta. (TM-CH) ***

Leave a Reply

Your email address will not be published.