Skip to content

Indra Yoga Buat Kejutan, Persembahkan Emas Perdana untuk Indonesia

  • by
Suasana pertandingan paracatur APG XI/2022

SOLO – Atlet paracatur asal Jawa Barat, Indra Yoga, membuat kejutan dengan mempersembahkan emas untuk kontingen Indonesia pada ASEAN Paragames XI 2022. Emas ini menjadi yang pertama sejak mempelajari olahraga catur pada 2013 lalu.

Indra Yoga kembali ke kontingen Indonesia setelah terakhir pada ASEAN Para Games VIII 2015. Kala itu, Indra Yoga mempersembahkan dua perak pada team standard B2/3 dan team rapid B2/3.

Ketika kembali lagi dalam kontingen Indonesia untuk ASEAN Para Games XI 2022, Indra Yoga masuk klasifikasi B1. Come back Indra Yoga langsung berbuah manis.

Pada kelas standard chess B1, Indra Yoga mencatatkan lima kemenangan dan satu hasil seri. Catatan 5,5 poin membuat Indra Yoga menggondol medali emas individual standard chess B1 mens.

Indra Yoga mengumpulkan poin terbanyak, mengungguli Ching Francis dari Filipina dengan 5 poin dan rekan senegaranya, Prasetyo Fitrianto dengan 4 poin.

Catatan poin Indra pada akhirnya juga berpengaruh dalam perebutan medali nomor team standard chess B1. 5,5 poin Indra Yoga, ditambah 4 poin Prasetyo Fitrianto, mengungguli perolehan 7 poin Filipina yang dicatatkan Ching Francis bersama Abogado Anthony.

Keberhasilan mempersembahkan dua medali emas disambut gembira Indra Yoga. Meski mengenal olahraga paracatur terhitung baru, namun Indra Yoga bisa mempersembahkan dua emas.

“Alhamdulillah sangat-sangat bersyukur dengan capaian prestasi ini. Sudah lama kami menjalani pelatnas, berlatih dengan sungguh-sungguh, ya inilah hasilnya,” kata Indra Yoga, Selasa (2/8/22).

Indra Yoga terhitung baru di olahraga paracatur karena baru mulai belajar pada tahun 2013 lalu. Dari sebuah komunitas tuna netra di Jawa Barat, Indra Yoga memulai perjalanan sebagai atlet penyandang disabilitas.

“Dulu dari kalangan tunanetra bernama Wyata Guna. Ya pastinya bersyukur bisa dipercaya  dan bisa mengharumkan nama bangsa. Kebanggaan tersendiri buat saya,” tutur Indra Yoga.

Ditambahkan salah satu atlet kategori B1 putra, Yadi Sopian, raihan medali emas Indra Yoga, serta nomor beregu, menjadi modal menatap kelas individual rapid chess B1 dan team rapid chess B1, serta individual blitz chess B1 dan team blitz chess B1.

Yadi Sopian ingin kesuksesan yang dicatatkan pada kelas standard chess atau catur klasik bisa menular ke rapid. Peta persaingan masih datang dari Vietnam dan Filipina.

“Inginnya semua emas kami borong, tapi Vietnam dan Filipina juga kuat, makanya kita harus ekstra hati-hati,” papat Yadi Sopian.

Individual rapid chess B1 dan team rapid chess B1 akan digelar mulai Rabu (3/8/22) pukul 09.00 WIB. Kelas ini juga akan dipertandingkan enam babak, sama seperti standard chess. (TM-NL)***

Leave a Reply

Your email address will not be published.