Skip to content

Jumadi, Atlet Tertua Indonesia yang Memprioritaskan Kemenangan Tim Paracatur

  • by
Foto: ANTARA

Solo – Usia dan kekurangan fisik bukan halangan bagi seseorang untuk tetap berprestasi. Pernyataan itu tampak cocok disematkan kepada Jumadi yang berstatus sebagai atlet tertua Indonesia di ASEAN Paragames Solo 2022.

Berasal dari Banyumanik, Semarang, Jumadi membela Indonesia lewat cabang olahraga Paracatur di semua nomor klasifikasi VI-B2 atau penyandang disabilitas penglihatan rendah (low vision). Meski berusia 61 tahun dia tetap berkontribusi penting dan menyabet perak.

Jumadi menjelaskan bahwa dirinya belum berhasil membawa pulang emas dari nomor perorangan karena memprioritaskan kemenangan tim. Meski demikian, dia sempat meraih perak lewat nomor standar beregu putra VI-B2 dan membantu rekannya meraih emas.

“Dalam catur beregu itu harus rukun biar bisa juara di nomor perorangan dan beregu. Saya hanya mampu juara di nomor beregu bersama Adji Hartono dan Gayuh Satrio,” ujar Jumadi seusai laga di Hotel Lorin, Solo, beberapa hari lalu. 

“Senang bisa dapat emas karena baru pertama kali ikut event seperti ini. Bisa meraih emas untuk Indonesia saja sudah senang,” tambahnya

Berawal dari jatuh suka dengan catur. Jumadi kemudian mendalami olahraga taktik sejak lulus SMA. Dia mampu menjuarai berbagai turnamen level nasional, termasuk PraPON, tapi ASEAN Paragames Solo 2022 merupakan event internasional pertamanya.

Sebelum bergabung dengan tim NPC Indonesia, Jumadi tercatat sebagai atlet catur Jawa Tengah yang memiliki kondisi normal dan sering mengikuti berbagai kejuaraan. Oleh karena itu, dia bisa berpendapat bahwa lawan-lawannya di Paracatur lebih mudah ketimbang di turnamen catur umum atau normal.

“Waktu normal, ikut turnamen umum lawannya berat-berat dan hadiahnya juga kecil. Beda dengan ini yang disabilitas, kalau beli apapun juga cukup. Namun, saya juga punya banyak medali di rumah ketika masih normal,” tutur Jumadi yang matanya bermasalah karena kecelakaan sepeda motor di Temanggung.

Karena pernah normal dan kaya pengalaman di turnamen catur umum, Jumadi pun mengaku jadi lebih mandiri ketika mempersiapkan diri menyambut ASEAN Paragames Solo 2022. Namun menurutnya, latihan catur tidak selalu tentang mengasah otak.

“Latihan mendekati event ini dua jam sehari. Tapi pelatih tidak terlalu fokus kepada saya karena menganggap jam terbang saya di catur umum sudah banyak,” kata ayah dari dua orang anak itu.

“Di usia saat ini, kadang-kadang kaki bermasalah dan saya biasanya jalan-jalan untuk menjaga kebugaran. Sebelum main sekarang saja, saya jalan kaki dulu mengitari lapangan beberapa meter, asal keluar keringat saja,” lanjut Jumadi yang juga berprofesi sebagai bagian pemasaran mesin.

Di ASEAN Paragames Solo 2022, Jumadi dan rekan-rekannya berhasil mengoleksi 13 medali emas, 19 perak dan 8 perunggu. Torehan ini sekaligus menjadikan tim Merah Putih menyabet gelar juara umum Cabor Paracatur.

Narahubung:

Suhud   I +62856-3555-117

Isnan     I +62815-6756-969

Leave a Reply

Your email address will not be published.