Skip to content

Kejutan Siti Fadilah, Terakhir Masuk Pelatnas Sukses Sumbang Emas

  • by

Solo – Performa apik Siti Fadilah saat mengalahkan Thailand dan Timor Leste 3-0 tanpa balas berbuah medali emas untuk Indonesia. Kesukesannya pada cabang olahraga paratenis meja ajang ASEAN Paragames 2022 Solo terbilang mengejutkan.

Selain Siti, perolehan emas Indonesia bertambah dari kelas tunggal putri kelas TT 8 yang diperkuat Suwarti. Dengan demikian, Selasa (2/8/2022) pukul 18.00 WIB, Indonesia meraup sedikitnya 8 emas, 4 perak, dan 2 perunggu.

Berkompetisi di ASEAN Paragames 2022 menjadi pengalaman perdana bagi Siti. Dia merasakan gugup begitu mengetahui dipanggil untuk ikut pemusatan latihan nasional (pelatnas). Dia menerima panggilan terakhir mengikuti pelatnas.

“Saya panggilan terakhir Pelatnas. Saya dipanggil terakhir karena pertarungan bakal sengit mengingat Thailand mengirim banyak atlet,” ujar Siti saat ditemui Tim Inaspoc, Selasa (2/8/2022).

Meski mengaku bingung, Siti berhasil mengalahkan atlet Thailand Kanokporn Phathumchai dengan skor 3-0. Siti juga memenangi partai melawan Pascoela Santos dos Pereira asal Timor Leste dengan skor 3-0.

“Bingung karena tidak kenal musuhnya. Ini baru pertama kali. Alhamdulillah dikasih emas,”sambungnya.

Wanta berusia 21 tahun ini menuturkan awal dirinya terjun ke dunia paratenis meja dimulai sejak 2018 lalu. Dia mengikuti Sekolah Khusus Olahraga Disabilitas binaan Kementerian Pemuda dan Olahraga di Solo.

Sekolah ini berdiri seusai Indonesia menjadi juara umum pada ajang ASEAN Paragames 2017 di Malaysia. Para atlet senior lantas meminta kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mendirikan sekolah khusus olahraga bagi junior untuk regenerasi atlet.

“Diturutin sama Pak Jokowi. Pusat latihannya di Solo. Mesnya di Hotel Agas. Dulu sekolah di sini,”terang perempuan berhijab ini.

Usahanya berlatih paratenis meja mendapat dukungan penuh keluarga. Dia juga meyakini di balik kekurangan ada kelebihan. Kunci utamanya adalah terus berusaha.

“Yang penting semangat, jangan mudah putus asa. Di balik kekurangan pasti ada kekuatan,”tutur Siti.

Di tengah kegembiraannya menyumbangkan emas bagi Indonesia, Siti akan terus giat berlatih. “Jangan puas dulu dengan hasil sekarang,”ujar dia.

Pelatih Timnas Paratenis Meja Indonesia, Suwarno, mengatakan Siti sebetulnya tidak ditarget memperoleh emas. Sebuah emas dari Siti memberikan kejutan bagi kontingen paratenis meja Indonesia.

“Semoga ke depan banyak kejutan menarik buat kita. Alhamdullillah masih on the track sesuai target,”ujar dia.

Menurut Suwarno, yang masih menjadi pekerjaan rumah untuk para atlet adalah pembenahan terkait finishing. Hal ini mengingat dari segi teknik permainan antaratlet dan lawan sudah seimbang.

“Angka-angka kritis yang harus kita benahi. Teknik permainan imbang tapi di akhir-akhir mereka mental juara,” terang Suwarno. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published.