Skip to content

Ken Swagumilang Sumbang Perunggu di Cabor Parapanahan

  • by
Foto bersama team Para Archery Indonesia usai Ken Swagumilang menerima medali perunggu Men’s Compound Open Para Archery 11th Asean Para Games Solo 2022 di Stadion Kota Barat Surakarta, Kamis 4 Agustus 2022

Solo – Ken Swagumilang jadi andalan Indonesia di cabor parapanahan (para archery) di ajang ASEAN Paragames 2022 di Lapangan Kotabarat, Solo, Jawa Tengah. Khususnya dari panahan jenis compound.

Dia dipastikan gagal memberikan emas untuk Indonesia di kejuaraan kali ini, walaupun sejatinya dia turun di tiga kelas berbeda. Hal ini lantaran dia sebelumnya gagal lolos ke partai final di kelas yang diikutinya. Namun perjuangan Ken masih membara, khususnya untuk menyumbangkan medali perunggu buat Indonesia.

Perunggu pertamanya akhirnya bisa diraihnya dari kelas men’s individual compound open, Kamis pagi (4/8/2022). Di kelas ini, Ken sukses jadi juara ketiga, setelah unggul total poin dari Comsan Singpirom dari Thailand 113-108.

Dimana dimana di set pertama, Ken unggul 28-25. Lalu dua set selanjutnya kedua pepanah meraih hasil poin yang sama. Yakni 28-28 di set kedua, dan 29-29 di set kedua. Hingga akhirnya di set keempat, Ken sukses meraih keunggulan 28 poin, berbalas 26 poin. Dan hasil ini memastikan Ken akhirnya bisa mengalungkan medali perunggu di kelas ini, usai unggul 113-108.

Ken mengaku sangat senang bisa menyumbangkan medali buat Indonesia. “Bersyukur masih bisa dapat medali perunggu. Walaupun sebenarnya inginnya bisa lebih,” terang Ken usai laga.

Sementara itu untuk medali emas, diraih oleh Sakon Inkaew dari Thailand yang unggul dari Danushen Govinda Rajan dari Malaysia 143-134. Di lain sisi, Ken masih berpeluang untuk mendulang dua perunggu tambahan untuk Indonesia, jumat (5/8/2022).

Dimana pada perebutan juara ketiga di kelas compound beregu ganda putra, Ken akan berduet dengan Muhamad Ali, dan akan melawan wakil Thailand Comsan Singpirom/Sakon Inkaew.

Di kelas ganda campuran (compound open mixed team), Ken yang berpasangan dengan Irma Yunita akan mewakili Indonesia dalam perebutan perunggu melawan wakil Filipina, yakni Agustina M Bantiloc dan Marzel S Burgos.

“Saya masih punya peluang menambah medali di kelas mix dan double. Target pribadi sekarang ingin menggapai medali di kelas tersebut. Persaingan di kejuaraan ini memang berat. Saya gak berani bilang lebih, karena semua bisa terjadi. Saya yang jadi peringkat pertama di babak kualifikasi saja, ternyata bisa dikalahkan di babak semifinal. Saya gak mau memprediksi apapun, saya akan tetap los di lapangan,” tuturnya. (TM-NK) ***

Leave a Reply

Your email address will not be published.