Skip to content

Menanti Ledakan “Old Crack” Nurtani Purba di Solo Paragon

  • by

SOLO – Usia hanya sekadar angka. Ungkapan itu barangkali cocok disematkan pada Nurtani Purba. Di umurnya yang tak lagi muda, 47 tahun, dia masih menjadi andalan paraangkat berat Indonesia di ajang Internasional. Usia yang hampir setengah abad membuatnya menjadi lifter paling senior kontingen Indonesia di ASEAN Paragames (APG) 2022.

Pada hari keempat perebutan medali, Kamis (4/8/2022), lifter yang akrab disapa Nur ini bakal turun di kelas 73 kilogram (kg) putri. Dia akan menghadapi tiga rival yang berusia jauh lebih muda yakni Esther Van Nuan Cin Taung (Myanmar), Sona Agon (Malaysia), dan Tran Thi Tam (Vietnam). Tran bahkan baru berusia 30 tahun, sedangkan Sona 31 tahun.

Usut punya usut, Nurtani Purba awalnya ternyata tak masuk dalam proyeksi atlet APG 2022 lantaran faktor usia. Namun ketika melihat peta kekuatan lawan di kelas 73 kg, tim pelatih optimistis Nur masih bisa bersaing. Apalagi Nur menyandang status sebagai juara bertahan kelas 73 kg APG. “Kemampuannya masih mumpuni untuk meraih medali. Daripada berjudi dengan atlet debutan, kami akhirnya memanggil dia,”ujar Koordinator pelatih pelatnas Paraangkat Berat Indonesia, Coni Ruswanta, saat berbincang dengan tim INASPOC, Rabu (3/8/2022).

Tim pelatih mengaku tak memasang target tinggi untuk peraih perak Asian Paragames 2018 itu. Masuk pelatnas paling akhir, Nur dibidik mengamankan medali perak. Namun Coni tak menampik ada potensi kejut dari seorang Nurtani Purba. Coni mengibaratkan Nur seperti bom yang bisa meledak sewaktu-waktu. “Saya punya bom waktu dari sosok Nurtani Purba. Sengaja tidak saya unggulkan agar dia terpacu memberi kejutan,” kata dia.

Harapan kejutan manis juga diharapkan muncul dari Shebrioni yang turun di kelas 67 kg. Ini kali pertama lifter asal Jawa Barat itu mengikuti ajang internasional. Pencapaian terbaik dia sebelumnya adalah juara kelas 67 kg Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) 2021 di Papua. Selain meraih medali emas, dia memecahkan rekor nasional atas namanya sendiri dengan angkatan terbaik 107 kg. Shebrioni pun digadang-gadang mengikuti jejak Eneng Paridah sebagai lifter debutan yang langsung merebut emas. “Jika mental dia saat laga bagus, kami yakin dia bisa bikin kejutan,” ujar Coni.

Shebrioni perlu mewaspadai Arawan Bootpo asal Thailand yang kini tampil di kelas 67 kg. Pada APG 2017, Arawan sukses merebut perak di kelas 73 kg. (TM-CH) ***

Leave a Reply

Your email address will not be published.