Skip to content

Nikmati Paracatur dari Layar Kaca, Suporter Indonesia Cerita Sensasi Berbeda

  • by
Suasana Pertandingan Catur babak 3 11th ASEAN Para Games 2022, di Hotel Lor In Solo, Rabu 3 Agustus 2022 di . INASPOC/Agustinus Tri Mulyadi

SOLO – Paracatur menjadi cabang olahraga yang berbeda pada ASEAN Para Games XI 2022. Suporter yang datang hanya bisa menyaksikan dari layar kaca. Lalu, apa bedanya dari nonton di rumah?

Paracatur mulai dipertandingkan pada Minggu (31/7/22) lalu. Ada tiga kategori catur yang dipertandingkan, mulai dari standard chess, rapid chess dan blitz chess.

Seluruh pertandingan paracatur dihelat di ruang tertutup, tepatnya ballroom D’wangsa Lorin Hotel. Di dalam ballroom tersebut, seluruh atlet paracatur bertanding, tanpa boleh disaksikan suporter.

Untuk menampung suporter yang datang, terutama dari keluarga dan pengurus NPC Indonesia, panitia menyediakan enam televisi di samping ballroom, serta satu di dekat pintu masuk utama.

Enam televisi berukuran besar itu tak pernah sepi dari penonton. Meski tak bisa menyaksikan secara langsung di dalam ruangan, namun ketegangan yang dirasakan sangat berbeda dibanding menonton dari siaran televisi atau streaming di tempat lain.

“Kalau ditanya apa sensasinya, ya rasa tegangnya itu. Bagaimana kita melihat setiap langkah, walau hanya dari layar, tapi kita rasakan tegang sepanjang pertandingan,” kata suporter paracatur Indonesia asal Solo, Agung, Rabu (3/8/22).

Agung mengetahui bahwa faktor psikologis mengambil peranan penting dari olahraga paracatur. Makanya, ketika bisa datang langsung ke lokasi, Agung bisa turut memberikan dukungan pada Tita Puspita dkk.

“Secara langsung kita bisa kasih semangat. Bagi yang menang, kita akan datang dengan kasih selamat (saat keluar ruangan). Sementara bagi yang belum (menang), kita berikan support, bahwa masih ada game selanjutnya,” tutur Agung.

Hal sama turut dirasakan Andi yang turut memantau dari hari pertama. Hanya dengan menyaksikan satu hari, Andi jadi ketagihan nonton terus secara langsung.

“Saya pikir paracatur ini awalnya sepi, tidak ada dinamikanya, ternyata yang terjadi malah lebih dari yang lain. Satu langkah saja bisa menentukan (hasil) keseluruhan,” tutur Andi.

Pria asal Solo ini mengaku turut mendapat hal lain dari kegiatan menyaksikan paracatur ini. Dia menjadi lebih termotivasi ketika melihat atlet disabilitas, terutama dari tunanetra, bisa bermain catur dengan bagus.

“Kalau melihat perjuangan para atlet ini juga menjadi motivasi buat kita sendiri. Malu kalau selama ini kita banyak mengeluh, sementara mereka punya fighting spirit luar biasa,” papar Andi.

Agung pun turut merasakan hal serupa, seperti yang dirasakan Andi. Pandangan tentang warga disabilitas berubah setelah mengikuti secara intens bagaimana atlet-atlet Indonesia bersiap menuju ASEAN Para Games XI 2022.

“Dibalik kekurangan pasti ada kelebihan, luar biasa bagaimana mereka mengingat, dengan meraba (bidak catur), sudah tahu letak-letaknya. Ingatannya luar biasa,” ucap Agung.

Terpisah, peraih emas dari kelas individual dan team standard chess B1 putra, Indra Yoga, berharap dukungan terus mengalir sepanjang ASEAN Para Games XI 2022.

“Mohon doa dan dukungannya agar kami bisa terus meraih medali emas pada rapid dan blitz,” harap Indra Yoga.

Pada cabor catur ini, Indonesia memasang target minimal sembilan emas. Empat emas sudah didapat dari kategori standard chess atau catur klasik. Masih ada rapid chess atau catur cepat serta blitz chess atau catur kilat yang jadi sumber medali Indonesia. (TM-NL) ***

Leave a Reply

Your email address will not be published.