Skip to content

NPC Indonesia Pastikan Paralimpik Tujuan Utama

  • by
Defile Kontingen peserta 11th ASEAN Para Games Solo 2022 di Stadion Manahan Solo, Sabtu, 6/08/2022. Foto : INAPSPOC/ Ferry Setiawan./Ali

SOLO – National Paralympic Committee (NPC) Indonesia memastikan kualifikasi Paralimpik Tokyo 2024 akan jadi fokus utama mereka untuk pemilihan kejuaraan pada sisa tahun ini. Mereka akan memetakan kembali kejuaraan yang akan berlangsung pada sisa tahun ini, sebagai pertimbangan untuk pemilihan atlet.

“Bagi olahraga disabilitas semua kompetisi/kejuaraan adalah penting, karena bisa langsung melakukan evaluasi performa atlet secara langsung di lapangan. Kemudian kompetisi juga untuk menjaga kondisi atlet, mengingat kompetisi untuk disabilitas sangat sedikit. Jadi kalau ada single event sekalupun juga akan kami perhitungkan,” tutur Sapto Kunto Purnomo, Ketua Bidang litbang NPC Indonesia dalam jumpa pers di Media Center APG 2022 di Swissbellin Hotel, Solo, Jumat (5/8/2022) malam.

Karena hal tersebut, pihaknya menegaskan tidak bisa menganggap bila kompetisi level Asia Tenggara seperti ASEAN Paragames ini hanya sebagai ajang kompetisi atlet muda saja untuk pematangan performa.

Atlet senior pun membutuhkan kompetisi di level regional ini, guna melihat perkembangan latihan mereka, sekaligus melihat peta kekuatan lawan. Apalagi kekuatan olahraga para di dunia itu banyak di dominasi oleh negara Asia Tenggara.

“Misalnya, di cabang boccia, juara dunianya berasal dari Thailand. Nah untuk itu perlu semua atlet kita turunkan di ASEAN Paragames bukan hanya yang muda, ini guna melihat bagaiman hasil pelatihan mereka selama pelatnas. Apakah mampu bersaing atau belum,” tambahnya.

Bila ada dua multieven yang berdekatan seperti pada pelaksanaan tahun depan, ASEAN Paragames Kamboja yang hanya selisih beberapa bulan dengan Asian Paragames Hangzhou, maka NPC, ujar Kunto akan melihat terlebih dahulu. Sebab, untuk mengarah kedua multievent tersebut, bila yang muda belum terklasifikasi akan sulit.

“Di olahraga para, klasifikasi menjadi hal penting untuk pertimbangan pengiriman. Untuk yang paralimpik tentu semua harus melalui poin kualifikasi, itu juga jadi pertimbangan apakah ada yang sudah memenuhinya,” ungkapnya.

Namun, pihaknya mengatakan bila ada multievent yang berdekatan dengan single event yang merupakan pengumpulan poin paralimpik, maka NPC akan mengutamakan atlet senior untuk ikut dalam even pengumpulan poin paralimpik. Hal tersebut, menurutnya, telah disampaikan kepada para pelatih.

“Jadi tujuan utama tetap di paralimpik. Tetapi untuk mengasah performa atlet, kami menilai bahwa semua kompetisi/kejuaraan itu penting,” tegasnya. **

Leave a Reply

Your email address will not be published.