Skip to content

Peluang Emas Terakhir Batal Diraih, Atlet Parapanahan Minta Maaf

  • by
Pasangan atlet Para Archery Indonesia Irma Yunita-Tuwariyah harus puas meraih medali perak Compound Women Open Doubles ASEAN Para Games Solo 2022 di Stadion Kota Barat Surakarta, Jumat 5 Agustus 2022.Wibowo Rahadjo/INASPOC/Ali

SOLO – Harapan Indonesia mendulang emas terakhirnya di cabor parapanahan (para archery) di ajang ASEAN Para Games (APG) 2022 di Lapangan Kotabarat (5/8/2022) gagal tercapai.

Pasangan Tuwariyah/Irma Yunita yang terjun di kelas women’s doubles team compound harus puas meraih medali perak, setelah kalah satu poin dari wakil Thailand Phannibha Srathongmaew/Praphaporn Homjanthuek 154-155.

Sejak awal laga persaingan benar-benar berjalan ketat. Set pertama kedua tim bermain imbang 33-33. Set kedua Indonesia meraih poin 38-33, yang membuat Indonesia unggul jauh jadi total poin 71-66.

Set ketiga pun Indonesia meraih tambahan 35 poin, dan dibalas Thailand dengan 34 poin. Yang membuat untuk sementara di set ketiga Indonesia unggul enam poin (106-100).

Namun situasi berubah di set keempat. Indonesia hanya bisa meraih 31 poin. Hasil dari empat kali kesempatan, Indonesia hanya meraih angka bidikan 8-8-8-7. Berbanding terbalik dari wakil Thailand yang mendulang tambahan 37 poin. Dari empat kali tembakan, Thailand meraih angka bidikan poin 9-10-9-9. Situasi ini membuat total poin kedua kubu jadi imbang 137-137.

Hal ini membuat pertandingan harus ditentukan dengan tembakan shoot off di set kelima. Dimana kedua kubu diberi kesempatan melakukan dua kali tembakan, dimana masing-masing atlet melakukan satu kali tembakan.

Thailand meraih angka 10 dan 8, sedangkan Indonesia hanya bisa meraih angka 9 dan 8. Itu artinya dari hasil total poin, Thailand dinyatakan jadi pemenang dan berkah atas medali emas setelah unggul satu poin 155-154.

“Panahan memang tidak bisa diprediksi. Pas latihan enjoy, tapi ternyata pas lomba di kejuaraan bisa berubah situasinya. Pas sempat unggul saya gak lihat itu (selisih angkanya), kami hanya fokus untuk terus menembak yang tepat. Tapi mungkin hasilnya belum rezekinya buat kami,” tutur Tuwariyah.

Dalam laga ini dukungan total memang diberikan suporter yang memadati semua tribun di Lapangan Kotabarat. Dia siap mengevaluasi diri, dan berjuang lebih baik lagi di kejuaraan lainnya kedepannya.

“Harus lebih giat berlatih lagi, harus lebih sabar juga. Kendala di kejuaraan ini gak ada, hanya nervous mungkin. Gugup tadi. Mau bagaimana lagi, antara tanggung jawab dengan negara, tanggung jawab dengan pelatih, dan tentunya karena ada tanggung jawab dengan yang mendukung kami juga. Karena kami gagal mendulang emas, kami minta maaf,” ucapnya.

Irma Yunita juga meminta maaf karena dia merasa medali perak jadi sebuah hasil yang paling maksimal yang bisa diberikan untuk negara. Walaupun dalam hati kecilnya, dia sangat berharap bisa mendulang emas di kejuaraan ini.

“Ini buat pembelajaran kami, agar kedepannya bisa lebih baik lagi. Semoga bisa memberikan yang terbaik buat Indonesia kedepannya,” ucap Irma Yunita.

Di lain sisi dengan berakhirnya APG 2022 untuk cabor parapanahan, Indonesia dipastikan finis di posisi kedua. Dengan Raihan tiga emas, tiga perak, dan empat perunggu. Indonesia kalah posisi dari Thailand yang jadi juara umum di cabor ini, setelah meraih empat emas, dan empat perak. Sementara itu Malaysia finis di posisi ketiga dengan raihan dua emas, satu perak, dan satu perunggu.**

Leave a Reply

Your email address will not be published.