Skip to content

Penuhi Target Emas, Suwarti Tak Bisa Pulang Kampung

  • by
Suwarti ( Indonesia ) menyabet emas di kelas 8 Women’s Single Para Tenismeja 11th ASEAN Para Games di Solo Techno pArk. 05 Agustus 2022. INASPOC/Sofyan Adi.

SOLO – Meski berhasil memenuhi target empat emas pada ajang paratenis meja ASEAN Paragames 2022 di Solo, atlet timnas Indonesia asal Boyolali, Suwarti tak bisa pulang kampung. Dia harus kembali menjalani pemusatan latihan nasional (pelatnas) pekan depan.

Suwarti meraup emas untuk empat nomor yang digelutinya di kelas TT 8 mulai dari beregu putri, ganda putri, ganda campuran, dan tunggal.

Namun, meski rumahnya hanya di Sambi, Boyolali, dia tak bisa pulang kampung. Sebab, pelatih memanggilnya kembali untuk menjalani pelatnas persiapan menghadapi Asian Paragames 2022 di Hangzhou, Tiongkok, akhir September mendatang.

“Habis ini pingin istirahat. Tapi ternyata saya masuk pelatnas yang Hangzhou. Tanggal 7 [Agustus] check in di KSPH. Jadi enggak pulang, langsung ke hotel masing-masing lagi,” ujar Suwarti saat ditemui seusai upacara penghormatan pemenang (UPP) di Solo Techno Park, Jumat (5/8/2022).

Dia mengaku lega bisa memenuhi target dan mempersembahkan yang terbaik bagi tanah air. Awalnya, dia mengaku gugup melihat target yang berat ini.

“Selama ini kan kepikiran target ini enggak gampang. Bukan cuma kita yang latihan. Negara lain juga latihan,” terang dia.

Sebagai atlet senior di paratenis meja, Suwarti berharap pemerintah memperkuat pembibitan atlet paratenis meja. Hal ini untuk mendukung regenerasi atlet mengingat sulitnya mendapatkan atlet tenis meja.

“Di tenis meja sangat susah cari atlet usia muda. Pemerintah bisa pembibitan ke daerah-daerah mencari yang masih muda,” ujar dia.

Atlet lain, debutan ASEAN Paragames, Siti Fadilah sukses mendulang 2 emas, 1 perak, dan 1 perunggu bagi Indonesia. Perempuan asal Aceh ini mengaku keberhasilan ini tak pernah lepas dari doa orang tuanya.

“Berkat doa orang tua bisa bangun rumah, bahagiakan orang tua dan semoga bisa Umrah,” ujar perempuan berhijab ini.

Siti belum tahu apakah dia akan dikirim ke Tiongkok mengikuti Asian Paragames mendatang atau tidak. Saat ini, dia hanya ingin pulang ke rumahnya di Aceh. “Kangen rumah,” tutur dia.

Menurut Siti, capaian pada ajang kompetisi kali ini memotivasinya untuk terus berlatih dan tidak cepat berpuas diri. Perjuangan ke depan masih panjang dan harus tetap bersyukur.

“Saya cuma dua bulan di sini. Panggilan terakhir karena tahunya indonesia tuan rumah dan menambah atlet. Saya dipanggil. Alhamdulillah,” kenang dia. (TM-CY) ***

Leave a Reply

Your email address will not be published.