Skip to content

Perdana Tampil Di ASEAN Paragames 2022, Maria Goreti Senang Dengan Pencapaian Tiga Medali

  • by
Maria Goreti Samiati merayakan suksesnya merebut medali emas pada ASEAN Paragames 2022 di Solo, Jawa Tengah INASPOC/Wina Setyawatie

SOLO – Mendapatkan dua medali emas dan satu perak di ASEAN Paragames 2022, Maria Goreti Samiati mengaku senang bukan kepalang. Pasalnya, ini adalah ASEAN Paragames perdananya.

“Senang, senang banget, tidak bisa mengucapkan kata yang lain selain senang. ASEAN Paragames pertama, langsung dapat tiga medali. Saya sangat bersyukur,” ungkapnya memastikan emas keduanya pada nomor 400 meter T54 (kursi roda) di Stadion Manahan, Solo, Kamis (4/8/2022). Sebelumnya Maria mengoleksi perak untuk nomor 100 meter di kelas yang sama, dan emas pertamanya datang dari nomor 200 meter.

Meski senang, tetapi dirinya mengaku masih banyak kekurangan yang harus diperbaikinya bila dirinya memang ingin naik level ke tingkat Asia. Terutama di nomor 100 meter menurutnya.

“Spesialisasinya kan memang di nomor menengah aslinya, di 800 meter dan 1.500 meter. Jadi untuk nomor-nomor sprint masih harus belajar start lagi, itu jadi kelemahan saya. Harus lebih tajam lagi startnya. Kalau turun di 400 meter ini, masih lumayan, bisa mengambil ancang-ancang dulu. Walau ketinggalan di awal, tapi setelah 10 meter bisa menyusul. Ada kesempatan untuk mengejar,” ungkapnya.

Karena 400 meter ini masih merupakan spesialisnya, maka sejak awal dirinya percaya diri bisa merebut emas di nomor ini. Karena menurutnya melihat dari hasil try out luar negeri, catatan lawan terberatnya dari Thailand tidak lebih baik dari dirinya. Apalagi Thailand dinilainya belum terbiasa bertanding dengan menggunakan lintasan gravel seperti di Manahan.

“Mereka biasanya pake lintasan bagus, lintasan mondo. Sementara disini lintasannya gravel, jadi mereka tidak terbiasa karena berat. Mungkin mereka adaptasinya kurang, ini keuntungan bagi saya,” tambah Maria.

Atas keberhasilannya ini, dia mengucapkan terima kasih kepada pemerintah Indonesia yang sudah menyelenggarakan ASEAN Paragames ini hingga dia akhirnya bisa berlomba. Lalu, Pemda Solo yang sudah menyediakan stadion, NPC Indonesia dan NPC DKI Jakarta yang dinilainya telah membesarkannya hingga dirinya sampai seperti ini.

“Semuanya lah, seluruh orang Indonesia, teman, keluarga, saya berterima kasih. Tapi saya tidak ingin puas sampai disini. Kedepannya saya sudah punya target, yakni bisa naik ke level Asia. Kalau paralimpik semua mau lolos, tetapi satu per satu, bertahap dulu. Fokus ke Asia dulu setelah ini. Kalau sudah bisa raih medali di level Asia, baru saya percaya diri ke Paralimpik,” tegasnya atlet kelahiran Cilacap, 20 Juni 1988 tersebut.

Ada cerita pilu sebenarnya dibalik kesuksesannya tampil sebagai atlet para-atletik Indonesia. Dia bergabung masuk sebagai atlet NPC DKI Jakarta pada 2014 lalu karena di ajak. Maria memilih menjadi atlet setelah dirinya kehilangan anaknya. Buat dirinya berlatih setiap hari menjadi obat trauma dan pengalihan kesedihan akan anaknya.

“Jadi saya menangis berhari-hari, sedih. Saat masih trauma itu, ada yang mengajak saya untuk olahraga, menyalurkan kesedihan itu. Jadi saya latihan-latihan saja sembari nangis. Saya pikirnya dari pada sedih terus keingat-ingat, jadi saya salurin ke olahraga saja. Suami pun mensuport saya,” katanya.

Saat masuk pun Maria tidak langsung bergelut dengan para-atletik. Sama dengan yang lainnya, dia mencoba begitu banyak olahraga. Hingga akhirnya dia mencoba para-atletik dan langsung masuk wheelchair racing.

“Karena saya suka yang pakai tenaga-tenaga, jadi langsung jatuh cinta. Kesulitannya? banyak. Apalagi pada saat awal mencoba, harus latihan menggunakan kursi roda khusus. Bahkan untuk penggunaan sapu tangan saja, adaptasinya satu tahun. Karena harus adaptasi sapu tangan dengan roda kursi,” imbuh Maria yang bila tidak berlomba adalah ibu rumah tangga.

“Kalau enggak dapat tekniknya, sarung tangannya bisa engga kena di ban. Pas Asian Para Games 2018 lalu di Jakarta saya masih belajar menggunakan sapu tangan itu, tapi sekarang tinggal menaikan waktu saja,” tambahnya. (TM-WS) ***

Leave a Reply

Your email address will not be published.