Skip to content

Pesta Gol di Stadion UNS, Myanmar Rebut Medali Perunggu dari Kamboja

  • by
Pesebakbola Myanmar, That Naing (dua dari kanan) berusaha menguasai bola dibayangi pesebakbola Cambodia dalam pertandingan celebrral palsy football 11th Asean Para Games 2022 di Stadion UNS, Solo, Jawa Tengah, Jumat, 05 Agustus 2022. Pertandingan yang dimenangkan Myanmar ituberakhir dengan skor 9-0.

SOLO – Pesta gol terjadi di Stadion UNS Solo kampus Kentingan, pada laga perebutan tempat ketiga sepak bola cerebral palsy (CP), Jumat (5/8/2022) pagi.

Timnas Myanmar menggelontorkan sembilan gol tanpa balas ke gawang Kamboja, demi merebut medali perunggu pada ajang ASEAN Paragames (APG) 2022.

Tim besutan pelatih Hla Myint tersebut bermain sangat dominan sejak menit pertama pada laga yang berakhir 9-0.

That Naing, kapten tim Myanmar bahkan memborong gol dengan mencatatkan double hattrick. Enam gol dicetak pemain bernomor punggung 7 itu pada menit 23, 30+1, 35, 39, 52 dan 60+1. Kompatriotnya, Way Yan Min Tun melesakkan dua gol pada menit 1 dan 12. Sedangkan Hein Htet menyumbangkan sebiji gol menit 26.

‘’Medali perunggu ini berhasil kami raih berkat kerja keras tim, seluruh pemain, pelatih dan ofisial,’’ kata salah seorang pelatih Myanmar, Tint Zaw.

Seorang Myanmar, Thuya Aung mengaku sangat bangga atas kemenangan besar yang diraih timnya. Menurutna, raihan besar tersebut memenuhi ekspektasi skuad Negeri Seribu Pagoda.

‘’Ini pencapaian terbaik bagi kami. Sebab kami tahu, Indonesia dan Thailand memang merupakan yang terbaik pada sepak bola CP di arena APG 2022 ini,’’ ujarnya.

Tint Zaw mengaku mendapat banyak pelajaran dari tim-tim lawannya pada APG 2022 yang digelar di Kota Bengawan. Dia menyebut, kekuatan tiga tim rival yang dihadapinya, berbeda-beda. Sebab, kekuatan yang tim kontestan sepak bola CP di arena tersebut juga tidak sama.

‘’Kami tidak meremehkan Kamboja juga. Karena itu, untuk menghadapi kompetisi-kompetisi berikutnya, mungkin pada APG 2023 mendatang, kami akan melakukan evaluasi menyeluruh, terutama menyangkut evaluasi permainan,’’ tutur Tint Zaw.

Pada bagian lain, pelatih Kamboja Im Sopheak Makara memuji permainan Myanmar yang jauh lebih baik dari timnya. Maka pada pertandingan tersebut, dia memahami kekalahan besar yang dialami timnya.

‘’Tapi kami bersyukur, bisa menyelesaikan kompetisi di APG 2022 ini hingga pertandingan terakhir, meski banyak pemain kami yang cedera,’’ tutur dia.

Pertandingan yang berawal dengan tujuh lawan tujuh pemain, akhirnya berkurang karena pemain Kamboja ditarik keluar akibat cedera dan tidak diganti awak tim lain. Bahkan mulai menit 54, kedua tim hanya memainkan masing-masing lima pemain, karena Myanmar juga menarik pemain untuk mengimbangi jumlah pesepak bola di lapangan.
Sepanjang pertandingan berdurasi 2×30 menit itu, Myanmar hampir selalu mengepung Kamboja. Menurut Makara, sebenarnya skuadnya tidak ingin sepenuhnya bertahan. Beberapa kali kesempatan, S Heng dkk juga berusaha untuk menyerang.

Tetapi serangan-serangan balik Kamboja selalu kandas di kaki pemain-pemain lawan. Hanya tiga-kempat kali, mereka berkesempatan menembus pressing hingga mencapai daerah pertahanan Kamboja. Namun tembakan-tembakan yang dilakukan pemain Kamboja juga tidak pernah on target.

‘’Tim sepak bola CP ini baru yang kali pertama di Kamboja. Kami banyak mendapat pelajaran dari tim-tim lawan. Pelajaran itu akan kami gunakan untuk menyusun tim yang lebih ke depan,’’ kata Makara.(TM-SW) ***

Leave a Reply

Your email address will not be published.