Skip to content

Raih Tiga Emas, Tiga Perak dan Empat Perunggu, Parapanahan Melebihi Target

  • by
Selebrasi kemenangan pasangan Ken Swagumilang – Muhammad Ali saat menghadapi lawannya Comsan Singpirom – Sakon Inkaew dari Thailand class Compound Men Open Doubles Para Archery 11th ASEAN Para Games Solo 2022, Jumat 5 Agustus 2022.

SOLO – Hari terakhir parapanahan atau para archery Indonesia sukses meraih 1 emas, dan satu perak. Tapi, Thailand keluar sebagai juara umum cabor parapanahan ASEAN Para Games 2022 dengan dulangan empat emas, dan empat perak.

Pada hari terakhir, Jumat pagi (5/8) digelar beberapa pertandingan ganda compound untuk memperebutkan medali emas, perak, dan perunggu. Indonesia berpeluang meraih emas, dan dua perunggu sejatinya.

Ken Swagumilang yang berpeluang mendulang dua perunggu Jumat pagi tadi sebenarnya, tapi ternyata dia gagal menjalankan misinya.

Di perebutan tempat ketiga kelas mixed team compound, Ken yang berpasangan dengan Irma Yunita harus puas gagal menyumbangkan medali setelah kalah dari wakil Filipina Marzel Burgos/Agustina Bantiloc 137-142 (35-37, 35-35, 33-34, 34-36).
Bersyukurnya pada perebutan perunggu di kelas men’s doubles team compound, Ken yang berpasangan dengan Muhamad Ali sukses menang atas wakil Thailand Sakon Inkaew/Comsan Singpirom 151-150 (38-37, 36-37, 39-39, 38-37).

Ken tak terlalu berkecil hati, karena pada Kamis pagi (5/8), meraih perunggu dari kelas men’s individual compound open. Dia mengalahkan Comsan Singpirom dari Thailand 139-136 (28-25, 28-28, 29-29, 28-26).

Itu artinya dia mengalungkan dua medali perunggu di APG 2022 di Solo ini. Walaupun sejatinya dia sangat berharap bisa lolos ke final agar bisa meraih medali emas atau perunggu di kejuaraan ini.

“Panahan semua tidak bisa diprediksi, dan persaingan di APG memang sangatlah ketat,” singkat Ken.

Usai pertandingan perebutan juara ketiga kelas ganda putra compound, Muhamad Ali mengaku lega. Target bisa memberi medali di kelas individual memang gagal dicapainya. Namun dia bersyukur karena di kelas ganda putra dia bisa memberikan medali untuk Indonesia.

“Tetap disyukuri, dan ikut bangga bisa meraih medali perunggu. Ini jadi semangat buat saya agar bisa lebih baik lagi kedepannya. Semoga kedepannya bisa memberikan yang lebih baik dari ini,”ucapnya.

Sementara pada hari terakhir para archery di APG 2022, Indonesia gagal menutup langkah dengan raihan emas. Dimana pasangan Tuwariyah/Irma Yunita yang terjun di final kelas women’s doubles team compound (5/8) harus puas meraih medali perak. Ini setelah pasangan ini kalah satu poin dari wakil Thailand Phannibha Srathongmaew/Praphaporn Homjanthuek 154-155.

“Setidaknya target dua emas, dan dua perak sudah terlampaui. Karena kami dapat tiga emas, tiga perak, dan empat perunggu. Saya tetap apresiasi semua perjuangan para duta bangsa ini, karena persaingan di lapangan memang berat. Selisih satu poin saja, bisa menentukan hasil pertandingan,”terang pelatih para archery Indonesia Denny.*

Leave a Reply

Your email address will not be published.