Skip to content

Tangis Haru Mengiringi Kemenangan Tim Goalball Putri Raih Medali Perunggu ASEAN Paragames 2022

  • by
Selebrasi kemenangan tim goalball putri Indonesia seusai meraih medali perunggu melawan Laos di ASEAN Paragames 2022 di GOR Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Jumat (5/8/2022). Inaspoc/Agustinus Tri Mulyadi

SOLO – Tim goalball putri Indonesia mempersembahkan medali perunggu ASEAN Paragames 2022 seusai mengalahkan Laos.

Berlaga di GOR Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Jumat (5/8/2022), Indonesia menang dengan skor 6-5 melawan Laos.

Pada laga ini, pertandingan berlangsung ketat dengan skor sama kuat 3-3 selama 2×12 menit.

Skor sama kuat akhirnya membawa kedua tim ke babak overtime yang berlangsung dalam 2×3 menit.

Ternyata skor 3-3 terus bertahan hingga akhirnya pemenang laga ditentukan dalam adu tendangan penalti.

Pada babak tos-tosan, Riska Handayani menjadi penentu kemenangan Indonesia seusai lemparannya masuk ke dalam jala gawang Laos.

Dengan hasil tersebut, Indonesia meraih medali perunggu kali pertama untuk cabang olahraga goalball seusai mengalahkan Laos dengan skor 6-5.

Sesuai laga, tim goaball putri Indonesia yang diwakili Anes, Annisa Wulandari, Fitri Mulya Sari, Ni Gusti Ayu, S. Holipa, dan Riska Handayani terlihat bersuka cita.

Air mata terlihat mengucur deras di seluruh skuad Merah Putih saat wasit meniupkan peluit panjang. Mereka terlihat bersuka cita seusai selama satu tahun terakhir pengorbanan berlatih jauh dari keluarga dan akhirnya tercapai dengan meraih perunggu.

Pelatih Haris Nugroho memberikan apresiasi untuk anak asuhannya yang telah berjuang sepanjang turnamen untuk meraih medali.

“Sebelum berlaga kami sudah berbicara kepada mereka untuk bermain lepas. Bersyukur akhirnya kami meraih medali perunggu.”

“Kemenangan ini harus bisa memacu insan olahraga disabilitas di Indonesia untuk konsentrasi khususnya cabor goalball yang telah melahirkan prestasi,” ungkap Haris.

Penentu kemenangan Indonesia Riska senang bisa mempersembahkan medali perunggu untuk negaranya.

Baginya ini menjadi satu cara untuk memberikan pembuktian bahwa olahraga goalball bisa diperhitungkan ke depannya.

“Cabang olahraga ini sudah bisa melahirkan prestasi kendati perunggu, kami di sini tanpa beban dan bisa meraih medali. Harapannya ke depannya agar bisa meraih prestasi lebih tinggi lagi,” ungkap Riska.

Tim goalball putri Indonesia sejatinya bisa bersaing meraih medali emas andai mampu mengalahkan Singapura pada babak semifinal.

Pada babak empat besar, skuad Merah Putih kalah dramatis 3-4 seusai melakukan sedikit kesalahan di penghujung pertandingan.

Saat itu Ni Gusti Ayu dianggap melakukan pelanggaran dengan melakukan delay pertandingan yang berhujung penalti untuk lawan. Akhirnya Indonesia harus puas bertanding di tempat perebutan medali perunggu menghadapi Laos.

Bagi Laos, kekalahan dari Indonesia pada babak perebutan medali perunggu membuat mereka gagal menyamai torehan sebelumnya di APG 2017 dengan meraih medali perak.

Medali emas cabang olahraga goalball putri sendiri nantinya akan diperebutkan oleh Thailand vs Singapura. (TM-MN) ***

Leave a Reply

Your email address will not be published.