Skip to content

Tensi Tinggi, Kejar Mengejar Pecahkan Rekor APG Warnai Kelas 67 Kg

  • by
Shebrioni merebut emas angkat besi wanita 67kg sekaligus memecahkan rekor baru pada 11th ASEAN Para Games Solo 2022 di Hotel Solo Paragon, Kamis 4 Agustus 2022. INASPOC/Agung Lawerissa/Ali

SOLO – “Jangan buru-buru!” Teriakan keras di venue cabang paraangkat berat ASEAN Paragames (APG) 2022 itu terdengar saat Shebrioni sedang melakukan angkatan ketiganya.

Mojang Bandung ini menganggukkan kepala, tanda siap mengikuti instruksi sang pelatih. Shebrioni tampil di kelas 67 kg APG, ajang internasional pertama yang dia ikuti.

Menghela napas sebentar, Shebrioni sukses menuntaskan angkatan seberat 103 kg. Tepuk tangan dan yel-yel “Indonesia” pun menggema di penjuru venue Hotel Solo Paragon, Kamis (4/8/2022).

Ya, angkatan itu bisa bermakna istimewa bagi Shebrioni. Selain meraih emas, dia bakal memecahkan rekor angkatan terbaik APG di kelas 67 kg atas nama atlet Thailand, Somkhoun Anon sebesar 95 kg.

Namun misi Shebrioni belum tuntas. Impian sempurna itu bisa berantakan andai rivalnya, Arawan Bootpo (Thailand), mampu menyelesaikan angkatan ketiga sebesar 101 kg. Seluruh penonton seolah dipaksa menahan napas saat Bootpo bersiap mengangkat barbel. Ketika layar lebar menunjukkan tulisan “No Lift” yang berarti angkatan gagal, pendukung Indonesia kembali bergemuruh.

Bootpo tampak tak bisa menyembunyikan kekecewaannya. Dia berteriak sambil memukul badannya sendiri setelah gagal menuntaskan angkatan terakhir. Bootpo pantas kecewa. Sejak awal laga, dia saling kejar mengejar angka dengan Shebrioni. Ketika Shebrioni sukses mengangkat 95 kg di angkatan pertama, Bootpo membalasnya dengan 98 kg yang menjadi rekor APG sementara. Shebrioni kemudian membalas 100 kg di angkatan kedua sehingga memecahkan rekor atas nama Bootpo.

Bootpo yang berstatus peraih perak APG 2017 kembali mengejar catatan Shebrioni dengan mengangkat 101 kg di kesempatan kedua. Namun kesuksesan Shebrioni menuntaskan angkatan terakhir mengubur asa Bootpo meraih emas.

Tak hanya merebut emas dari angkatan terbaik, Shebrioni mengamankan emas dari total angkatan (298 kg). Akumulasi angkatannya jauh meninggalkan Tran Thi Chau (Vietnam) di posisi kedua dengan 240 kg.

“Bingung mau bilang apa, enggak bisa berkata-kata,”ujar Shebrioni saat ditemui tim INASPOC seusai kompetisi.

Shebrioni memang tidak diunggulkan di APG 2022. Berstatus debutan di APG, tim pelatih hanya mernargetkan perunggu bagi lifter 30 tahun itu. Namun Shebrioni mampu menjungkirbalikkan prediksi dengan merebut dua emas plus memecahkan rekor APG. Sang lifter mengakui sempat deg-degan saat kejar mengejar angka dengan atlet Thailand.

“Namun pelatih selalu pesan, sabar, sabar, fokus diri sendiri,” tutur lifter yang murah senyum ini.

Shebrioni pun mempersembahkan prestasinya pada seluruh warga Indonesia. Dia berharap dua emasnya bisa menjadi kado manis bagi Indonesia yang akan berusia 77 tahun pada 17 Agustus nanti.

“Emas ini persembahan untuk HUT Indonesia, tim pelatih serta keluarga,” ujar peraih emas Peparnas Papua 2021 itu.

Koordinator pelatih pelatnas Paraangkat Berat Indonesia, Coni Ruswanta, mengapresiasi Shebrioni yang mampu membikin kejutan di kelas 67 kg.

“Ini di luar prediksi. Awalnya saya hanya target peunggu. Saya takut mentalnya belum siap jika ditarget tinggi, mengingat dia belum pernah ke ajang internasional. Namun ternyata dia langsung nge-tune seperti Eneng Paridah (debutan yang juara di kelas 41 kg),”ujarnya.*

Leave a Reply

Your email address will not be published.