Skip to content

Thailand Borong 4 Emas, Indonesia Turun ke Posisi 3 Klasemen Angkat Berat

  • by
Atlet Thailand, Narong Kasanun merebut dua emas hasil dari angkatan terbaik dan total angkatan. INASPOC/Agoes Rudianto.

Solo – Kontingen Thailand mengamuk pada hari ketiga perebutan medali cabang paraangkat berat ASEAN Paragames (APG) 2022 di Hotel Solo Paragon, Rabu (3/8/2022) sore.

Menurunkan tiga lifter, Negeri Gajah Putih mampu tampil maksimal dengan menorehkan empat medali emas dan dua medali perak. Hasil tersebut membuat Indonesia melorot ke posisi tiga klasemen sementara cabang paraangkat berat.

Indonesia sendiri tak menurunkan satu pun lifternya di kelas 59 kg, 65 kg dan 72 kg putra yang dipertandingkan pada hari tersebut. Alhasil, Merah Putih tidak beranjak dari raihan lima emas dan tiga perak.

Tambahan empat emas dan dua perak membuat Thailand melesat ke posisi dua klasemen sementara paraangkat berat dengan total raihan lima emas, empat perak dan tiga perunggu. Adapun puncak klasemen masih dikuasai Vietnam dengan catatan 10 emas, lima perak dan dua perunggu.

Sebagai informasi, emas Thailand bersumber dari Amorntep Pongsao (kelas 59 kg) dan Narong Kasanun (65 kg). Keduanya masing-masing merebut dua emas hasil dari angkatan terbaik dan total angkatan.

Kekuatan Narong Kasanun bahkan terlihat satu level di atas lifter lain di kelasnya. Angkatan terbaiknya, 152 kg, jauh meninggalkan rekan senegaranya, Khlaeo Motnok, yang meraih perak dengan angkatan terbaik 115 kg. Motnok sendiri melengkapi dominasi Thailand hari itu dengan torehan dua perak.

Koordinator Pelatih Pelatnas Paraangkat Berat Indonesia, Coni Ruswanta, mengatakan kontingennya memang tak memajukan lifter di kelas 59 kg, 65 kg, dan 72 kg putra merujuk kesiapan dan ketersediaan atlet. Namun pihaknya siap tancap gas di hari keempat perebutan medali, Kamis (4/8/2022), dengan menargetkan enam medali emas.

“Besok (Kamis) ada lima lifter kami yang tampil. Targetnya bisa dapat enam emas dari kelas 79 kg (Siti Mahmudah), 86 kg (Ni Nengah Widiasih) dan lebih dari 86 kg (Sriyanti),”ujar Coni kepada tim INASPOC, Rabu.

Ketua National Paralympic Committee Indonesia (NPCI), Senny Marbun, mengakui Thailand merupakan rival terberat Indonesia pada APG kali ini. Menurut Senny, Thailand menjadi ancaman sejak awal karena memiliki dukungan finansial besar untuk operasional atlet.

“Namun saya optimistis Indonesia tetap akan menjadi yang terbaik, terutama di cabang angkat berat, atletik, bulu tangkis, tenis meja, renang dan catur,”ujar Senny beberapa waktu lalu.

Hingga Rabu malam, Thailand terbukti sukses membayangi tuan rumah Indonesia dengan torehan 63 emas, 56 perak dan 39 perunggu seperti dilansir apg2022.com. Merah Putih masih kukuh di posisi pertama klasemen sementara dengan 87 emas, 66 perak dan 50 perunggu.*

Leave a Reply

Your email address will not be published.