Skip to content

Tim Paracatur Indonesia Juara Umum, Aisah Belum Beruntung

  • by
Pecatur Indonesia Ita Puspita (dua kiri), Yustina Halawa (dua kanan), dan Wilma Margaretha (kanan).
Foto: ANTARA

Solo – Tim Paracatur Indonesia keluar sebagai juara umum sambil melampaui target di ASEAN Paragames Solo 2022. Sebab, mereka berhasil mengoleksi 40 medali dengan rincian, 13 emas, 19 perak dan 8 perunggu hingga pertandingan terakhir di Hotel Lorin, Solo, Jumat (5/8/2022).

Menurut klasemen akhir raihan medali cabang olahraga Paracatur di situs resmi ASEAN Paragames Solo 2022 (www.apg2022.com), Indonesia yang berada di urutan teratas dibuntuti ketat oleh tim Vietnam yang mengoleksi 30 medali (13 emas, 6 perak, 11 perunggu). Kemudian pada urutan tiga, terdapat Filipina yang menyabet 26 medali (10 emas, 11 emas, 5 perunggu).

Sehari sebelumnya, pelatih tim Paracatur Indonesia Teddy Wiharto sempat membeberkan bahwa skuadnya sudah tampil sesuai harapan dengan mengumpulkan 8 emas dan hanya butuh dua tambahan emas lagi untuk memenuhi target. Dan kini pada hari terakhir, tim Paracatur Indonesia membuat kejutan dengan menambah 5 emas.

“Hari ini kami kami sudah sesuai harapan dengan mengumpulkan 8 emas dan besok (hari terakhir) masih ada pertandingan dari catur kilat yang berpotensi meraih empat emas,” ujar Teddy.

Pecatur Indonesia Prasetio Fitrianto (kiri), Indra Yoga (dua kiri), dan Yadi Sopian (dua kanan).
Foto: ANTARA

Seperti dilansir situs resmi ASEAN Paragames 2022 (www.apg2022.com), empat emas terakhir tim Paracatur Indonesia berasal dari kelas PI blitz chess atau catur kilat putra dan satu sisanya dipersembahkan Wilma Margaretha Sinaga yang tampil di kelas individual B1 blitz chess womens.

“Dari yang tadinya prihatin, Alhamdulillah sekarang terlaksana, kami bisa memenuhi target untuk menjadi juara umum cabor paracatur,” kata manajer timnas Paracatur Indonesia, Heri Isranto, Jumat (5/8/2022).

Sementara itu, Aisah Wijayanti Putri Brahmana yang diproyeksikan menyumbang 2 emas masih belum beruntung dan hanya mampu menyabet 3 perak serta 1 perunggu. Padahal, gadis berusia 21 tahun itu sudah mempersiapkan diri dengan baik saat Pelatnas.

Aisah Wijayanti Putri Brahmana (kanan).
Foto: Media Center APG 2022

Aisah merupakan atlet Timnas Paracatur termuda yang lahir pada 10 Januari 2001. Demi menyambut ASEAN Paragames, Aisah mempersiapkan diri sekitar setahun sambil menjalani berbagai latihan dan uji coba, termasuk mengikuti turnamen IBCA Womens Individual Championship for the Blind and Visually Impaired 2022 di Prancis.

“Latihan selama di Pelatnas itu, ada bahas opening, babak tengah, ending, sparing, try-out ke luar negeri di Prancis. Setelah itu ada home tournament sesama atlet, tanding sesama teman dan ada peringkat-peringkatnya. Persiapan Pelatnas-nya itu hampir setahun di Solo,” tutur Aisah yang murah senyum.

Meski masih muda, Aisah bukan baru mengenal paracatur. Dia menjelaskan sudah mulai belajar permainan strategi asal India ini sejak berusia 10 tahun dan cita-citanya memang menjadi atlet paracatur. Selain itu, Aisah punya tujuan mulia apabila mampu berprestasi.

“Insyallah (kalau dapat bonus) mau ditabung uangnya. Kemudian kalau nanti dapat emas, mau berangkatkan umroh Emak sama Bapak. Doakan buat besok ya,” kata Aisha.

Narahubung:

Suhud   I +62856-3555-117

Isnan     I +62815-6756-969

Leave a Reply

Your email address will not be published.