Skip to content

Usai Emas Blind Judo APG XI 2022, Fajar Pambudi Bidik Emas Asian Paragames 2022

  • by
Atlet blind judo Indonesia Bate E Junifor (putih), melawan rekan senegara, Pambudi Fajar, dalam kelas dibawah 90 kg ASEAN Para Games 2022 di Tirtonadi Convention Hall, Rabu (3/8/2022). Inaspoc/Andry Prasetyo

SOLO – Atlet blind judo Indonesia, Fajar Pambudi tak henti menebarkan senyum usai memastikan satu keping emas berhasil ditambahkan untuk kontingen Indonesia.

Baginya, raihan medali emas adalah buah proses panjang yang tak kenal lelah bersama rekan-rekan sesama pelatnas di bawah bimbingan tim pelatih.

Dengan persiapan sejak Oktober tahun lalu, menurut pejudo asal Kebumen, Jawa Tengah tersebut sangat wajah jika blind judo bisa menuntaskan target yang dibebankan NPC Indonesia.

“Emas yang kami raih, pastinya hasil dari kerja keras dan pantang menyerah. Medali yang kami dapat, secara tulus kami persembahkan untuk Indonesia dan keluarga tercinta,” tutur Fajar usai penyerahan medali, Rabu (3/8/2022).

Kebahagiaan Fajar Pambudi bertambah. Dia baru sekitar 1,5 tahun ini serius menekuni blind judo. Setelah masuk pelatnas blind judo, bakatnya kian terasah di bawah pelatih asal Kore Lee Yong-im.

Di bawah Lee Yong-im membuat para atlet bisa mengeluarkan potensinya secara maksimal.

“Latihan itu kalau belum sampai muntah-muntah belum sampai pingsan, belum berhenti. Tapi hasilnya luar biasa,” kata dia.

Prestasi maksimal yang bisa di ajang APG XI yang baru sekali diikuti akan menjadi motivasi agar bisa meraih prestasi serupa di Asian Para Games 2022.

“Jadi motivasi tambahan untuk meningkatkan prestas lebih tinggi. Bismillah untuk bisa mendapatkan medali emas di  Asian Para Games nanti. Medali emas saat ini saya khususkan untuk orang tua yang datang langsung dan masyarakat Indonesia,” tutur pria yang baru menggeluti judo selama 1,5 tahun itu.

Sebelumnya, bakat alami Fajar Pambudi ditemukan Sucipto. Fajar Pambudi masuk ke Pelatda Jateng dan turun bertanding di Peparnas Papua.

“Dari Peparnas, saya diminta gabung pelatnas. Kalau pelatih pertama saya itu ya Pak Cipto (Slamet Sucipto),” tegasnya.

Pelatih blind judo Indonesia, Slamet Sucipto pun mengakui jika Fajar Pambudi dikaruniai bakat di bela diri.

“Karena anaknya punya bakat. Kalau sudah punya bakat, ngajarinya cepat. Basic-nya kan bela diri, tinggal masuk materi ke judonya. Kalau semangat bertanding, Fajar Pambudi ini sudah ada sejak pertama kali saya latih,” terang Sucipto.

Sementara itu, pelatih asal Korea, Lee Yong-im mengakui jika materi latihannya memang sangat keras. Dia memoles tim blind judo Indonesia selama 8 bulan menjelang APG XI 2022.

“Sebelumnya saya 8 tahun melatih judo. Lalu baru 8 bulan terakhir ini menjadi pelatih blind judo. Haru saya akui, materi latihan tidak ada bedanya atlet normal, sama-sama kerasnya,” tutur Lee Yong-im dengan tersenyum.

Meraih empat emas di hari kedua cabor blind judo sudah diprediksinya sejak awal. Menurutnya, dia dan tim pelatih lainnya sangat percaya kemampuan atlet di APG XI 2022.

“Empat emas hari ini sudah kita rencanakan dan sesuai target. Semoga besok bisa sapu bersih dua medali emas lagi,” kata Lee-yong-im. (TM-LB) ***

Leave a Reply

Your email address will not be published.