Skip to content

Vietnam Gondol 10 Emas, Paracatur Indonesia Akui Ada Kelengahan

  • by
Yustina Halawa VS Pham Thi Huong. Pecatur Vietnam Pham Thi Huong (kiri) saat bertanding melawan pecatur Indonesia Yustina Halawa (kanan) pada kelas Women Individual Standart Chess VI-B1 11th ASEAN Para Games 2022 di Lor In Hotel, Karanganyar, Jawa Tengah, Kamis (4/8/2022). Foto: INASPOC/Muhamad Solihin.

SOLO РTim nasional (Timnas) paracatur Indonesia tak menduga capaian Vietnam pada ASEAN Para Games XI 2022. Indonesia mengakui lengah dengan rombongan baru atlet paracatur Vietnam yang memiliki kualitas bagus.

Vietnam banyak membawa atlet paracatur baru pada edisi kesebelas ini. Para atlet muda tersebut tergolong minim pengalaman karena belum pernah ikut edisi sebelumnya.

Tapi, Vietnam melakukan kerja bagus setelah ASEAN Para Games 2017 lalu. Dalam kurun waktu lima tahun, Vietnam bisa menyiapkan kekuatan baru yang mengejutkan cabang olahraga (cabor) paracatur.

Dalam dua kategori, yakni standard chess atau catur klasik serta rapid chess atau catur cepat, Vietnam sudah mengamankan 10 emas, 5 perak dan 6 perunggu.

Enam emas didapat pada rapid chess yang berlangsung, Kamis (4/8/22). Vietnam mengambil dua kelas yang sebelumnya jadi dominasi Filipina, serta mempertahankan penguasaan emas hari sebelumnya.

Jadi, bila ditotal 24 medali emas yang sudah diperebutkan, Indonesia menguntit Vietnam dengan 8 emas, 12 perak dan 7 perunggu. Sementara Filipina menyusul dengan 6 emas, 7 perak dan 4 perunggu.

Manajer timnas paracatur Indonesia, Heri Isranto, mengakui kehebatan Vietnam pada edisi kali ini. Bahkan, Indonesia tak malu untuk mengakui bahwa telah lengah terhadap pergerakan Vietnam.

“Jujur, sebenarnya dari pengurus kurang puas dengan perolehan sementara. Kita terlena dalam artian tidak memperhatikan Vietnam yang tahun ini sangat-sangat luar biasa. Jujur kita lengah,” ucap Heri Isranto, Kamis (4/8/22).

Heri Isranto menyebut kejutan Vietnam tak hanya mengagetkan Indonesia, namun juga semua kontingen yang bertarung di cabor paracatur.

Pada 2017 lalu, Vietnam hanya mendapatkan 4 emas, 9 perak dan 5 perunggu. Sebelumnya, pada edisi 2015, Vietnam hanya mendapatkan 5 emas, 4 perak dan 3 perunggu.

Koleksi itu jauh bila dibandingkan Indonesia yang bisa menjadi juara umum paracatur dengan 14 emas, 9 perak dan 5 perunggu pada 2017. Heri Isranto menyebut pergerakan Vietnam akan menjadi evaluasi menuju ASEAN Para Games XII 2023 di Kamboja.

“Bayangkan, lima tahun yang lalu, Vietnam tidak bisa berbuat banyak. Sekarang emasnya malah bertebaran. Ini yang harus kita waspadai untuk kedepannya, terutama yang terdekat di Kamboja,” papar Heri Isranto.

Indonesia masih coba mengamankan gelar juara umum cabor paracatur dengan bertarung maksimal pada kategori blitz chess. Enam babak akan digelar pada Jumat (5/8/22), dengan durasi lima hingga sepuluh menit di setiap babaknya.

Peraih emas pada individual dan team rapid chess B2/3 putra, Gayuh Satrio, akan memanfaatkan waktu tersisa agar bisa mengembalikan tenaga dan mengumpulkan fokus lagi.

“Pesaing terberat masih tetap Vietnam dan Kamboja. Semoga kami bisa mempersembahkan emas lagi. Mohon doa dan dukungannya,” ucap Gayuh Satrio.

Sebanyak 12 emas akan diperebutkan pada blitz chess atau catur kilat. Total, cabor paracatur memperebutkan 36 emas. (TM-NL) ***

Leave a Reply

Your email address will not be published.